Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Administrasi - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pancasila, Dulu, Kini, dan Nanti

1 Juni 2021   15:20 Diperbarui: 1 Juni 2021   17:26 227 44 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pancasila, Dulu, Kini, dan Nanti
Indonesia, sebuah negeri pluralis (Sumber gambar: behance.net) 

Berbicara tentang Pancasila adalah berbicara tentang way of life (pandangan hidup) sebagai bangsa, berbicara tentang dasar negara, berbicara tentang sumber dari segala sumber hukum di negeri yang bernama Indonesia, dan berbicara tentang tujuan yang ingin diraih sebagai sebuah bangsa.

Pancasila, Asal-Usulnya

Apa yang sudah kita pahami tentang Pancasila? Mungkin kita pernah belajar tentang kelahiran Pancasila yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diperingati pada 1 Juni setiap tahunnya.

Mungkin kita akan teringat bagaimana Pancasila pada awalnya dirumuskan kemudian diadakan penyesuaian agar relevan dengan kebutuhan bangsa yang pluralis.

Seperti yang kita pelajari di bangku sekolah atau di bangku kuliah, Pancasila itu sejatinya merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang ada pada bangsa ini.

Para founding fathers-lah kemudian meringkas nilai-nilai itu menjadi lima sila di dalam Pancasila.

Kelima sila itu sudah mencakup berbagai aspek dari kehidupan. Ia bisa menjadi pandangan hidup, pedoman hidup. Ia bisa juga dijadikan sebuah tujuan ideal yang dicita-citakan bersama oleh seluruh warga bangsa.

Pancasila tidak diadopsi secara khusus dari nilai-nilai asing, melainkan nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang di negeri tercinta ini, sejak zaman dulu.

Jadi, nilai-nilai Pancasila sejatinya bukan barang baru bagi kita. Mengapa? Karena, Pancasila lahir dari bumi pertiwi Indonesia. Tercipta dari puncak-puncak kebijaksanaan bangsa Indonesia.

Kalau ada organisasi yang menolak Pancasila sebagai dasar organisasinya, tentu menjadi hal yang aneh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN