Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Dosen - Dosen - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Selamat Datang Perpustakaan Digital, Harapan Baru Pencerdasan Anak Bangsa!

2 Mei 2021   15:21 Diperbarui: 2 Mei 2021   20:31 1363
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perpustakaan digital (Sumber gambar: archdaily.com)

Perpustakaan. Apa yang terpikir oleh kita begitu mendengar kata ini? 

Mungkin kumpulan buku cetak di suatu tempat. Buku itu disiapkan khusus untuk dibaca dan boleh dipinjam. Kita pada umumnya mengenal perpustakaan dengan pola pikir seperti itu.

Kondisi Perpustakaan Desa

Kalau kita datang ke desa-desa, kita akan melihat perpustakaan seperti digambarkan di atas. Akan tetapi, pada umumnya tidak banyak buku yang ada di desa. Mungkin rata-rata kurang dari seribu eksemplar per desa. Buku-buku itu diletakkan sedemikian rupa di dalam rak.

Harapannya, jika ada pengunjung yang datang dengan berbagai urusan ke kantor desa, sambil menunggu, ia bisa membaca di perpustakaan desa setempat.

Perpustakaan desa pada umumnya memang masih sangat sederhana, tetapi memiliki potensi untuk berkembang.

Kondisi Perpustakaan Sekolah

Berbeda dengan perpustakaan desa, perpustakaan sekolah jauh lebih maju. Buku-buku koleksinya sudah relatif banyak.

Untuk menampung buku-buku diperlukan banyak rak. Dengan banyaknya jumlah dan judul buku, maka pilihan siswa akan banyak pula. Mereka bisa memilih buku-buku yang disukainya.

Di sebuah perpustakaan SMP, penulis mendengar pengakuan dari guru dan siswa setempat, bahwa buku yang paling disukai adalah buku cerita, khususnya novel.

Tentu saja ini perkembangan bagus untuk penumbuhan minat baca siswa. Di samping buku novel dan cerita lainnya, mereka mengaku juga menyukai buku-buku ilmu pengetahuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun