Mohon tunggu...
Inamu Dzakiyyatul Jamilah
Inamu Dzakiyyatul Jamilah Mohon Tunggu... Lainnya - Fb : Inamu dzakiyyatul jamilah, Instagram :Inamu_99

Mahasiswi "Ngono yo ngono nanging yo ojo ngono"

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Ayah, Jangan Jadikan "Sibuk" sebagai Alasan untuk Tidak Berkumpul dengan Keluarga

27 Oktober 2019   23:45 Diperbarui: 29 Oktober 2019   18:06 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

I Need Your Time dad!

Banyak di antara ayah yang memiliki kesibukan atau kepadatan aktivitas yang tinggi. Dimana ada yang disibukkan secara teknis seperti pulang pergi ke kantor setiap hari, mendistribusi barang ke banyak tempat, disibukkan  dengan pencatatan keuangan atau yang lainnya.

Ada juga ayah yang menjadi  orang penting, yang menentukan sebuah kebijakan. dimana  pekerjaanya seperti perencanaan, analisis, prediksi, evaluasi dan hal yang terkait dengan pemikiran.

Namun dapat kita bayangkan, jumlah ayah dengan tipe kedua tentu tidak akan sebanyak pada ayah yang memiliki tipe kesatu. Keberadaan ayah yang bergelut dengan hal-hal prinsip tentu sangat penting.  

Juga termasuk dengan waktu yang dibutuhkan. Seorang ayah yang menduduki jabatan dalam hal pekerjaannya seperti menejer, litban, direktur, dan posisi yang setara lainna, tentu hal tersebut membutuhkan waktu yang tak sederhana untuk menyelesaikan setiap proyeknya. 

Belum lagi seorang ayah yang memiliki agenda meeting, bertemu klien dan agenda-agenda sejenisnya.

Nah, terkadang saking sibuknya ayah , hanya memiliki waktu sedikit  untuk keluarga. Bahkan terkadang pada hari sabtu dan ahadpun tidak akan menjamin untuk dapat berkumpul dengan keluarga. 

Ya, mungkin beda lagi untuk seorang ayah yang memprioritaskan keluarga. Pulang malam sudah biasa, pergi dari acara rapat yang satu ke acara rapat lainnya, sibuk menerima telepon dan membalas WA, rupanya hal tersebut tentu menjadi pemandangan tersendiri untuk anak-anak.

Dimana hal tersebut anak dapat menilai betapa sibuknya ayahku sampai-sampai tidak pernah menemaniku tidur, mendongengkan ku ketika mau tidur, atau sekedar enemaniku waktu belajar.

Dari hal terebut, ketika setiap kali mereka melihat ayahnya dalam keadaan sibuk dan banyak seklai agenda yang ayahnya jalani, mereka bisa menyimpulkan kesibukan ayahnya lebih diutamakan.

Miris sekali sebetulnya,  sehingga dalam hal tersebut membuat anak merasa bahwa ia kurang kasih sayang dari sosok ayahnhya. Bisa jadi, hal tersebut akan memberikan dampak yang kurang baik pada anak, dimana dengan alasanya bahwa ia ingin di perhatikan sehingga ia melakukan hal-hal dimana supaya orang disekitarnya dapat memberikan perhatian kepadanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun