Dwi Wahyudi
Dwi Wahyudi guru

Generasi harapan pewaris negeri

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Penipuan Mengatasnamakan Go-Jek

14 Maret 2018   13:51 Diperbarui: 14 Maret 2018   14:05 2883 1 1

Suatu sore sekitar jam 14.30 WIB saya ditelepon seseorang yang mengaku dari pihak Gojek Indonesia. Seorang lelaki dengan logat bahasa Indonesia seperti gaya khas orang Jakarta yang juga saya sering mendengarnya. Dia menginformasikan melalui telepon itu bahwa saya mendapatkan hadiah sekian juta rupiah dari Go-jek Indonesia. Saya langsung berpikir bahwa apakah benar saya mendapatkan hadiah. Saya terdiam tidak menjawab dan juga tidak berekspresi senang. 

Orang di ujung telepon itu terus meyakinkan saya Dia kemudian berkata "Apakah Bapak sudah mendapatkan SMS dari gojek yang berisi angka-angka sebagai bukti bahwa Bapak telah memenangkan hadiah? Bapak sudah cek SMS masuk apa belum?". Saya sebentar menjawab "Belum" kemudian saya membuka SMS yang masuk tanpa mematikan telepon. Ternyata benar ada SMS yang masuk dan hati saya girang karena ucapan bapak yang di ujung telepon itu benar. 

Saya percaya bahwa saya mendapatkan hadiah dari gojek Indonesia. Kemudian Bapak di ujung telepon itu menyuruh saya membacakan 4 digit angka yang ada di SMS itu, kata dia untuk menyamakan dengan kode hadiah yang saya terima. Bapak itu menyampaikan bahwa hadiah bisa diambil melalui ATM atau langsung dimasukkan ke akun go-Pay. Saya menyetujui untuk dimasukkan ke gopay saja. 

Kemudian Bapak kembali lagi menyampaikan melalui telepon itu bahwa saya akan mendapatkan SMS berisi 6 digit angka sebagai voucher yang bisa dimasukkan ke go-pay di aplikasi gojek Indonesia itu. Saya dibimbing untuk memasukkan enam digit angka itu agar hadiah yang saya terima masuk ke gopay saya. Ternyata instruksi yang disampaikan bapak itu tidak berhasil menambah saldo go pay saya. Masih melalui telepon Bapak menyampaikan bahwa memang seringkali sulit memasukkan voucher ke go Pay. Akhirnya dia menyuruh saya untuk mengambil hadiah uang dari ATM saja. 

Hadiah berupa uang akan di transfer ke rekening saya. Dia minta nomor rekening kepada saya. Kemudian melalui ujung telepon itu Dia menyuruh saya untuk pergi ke ATM untuk keperluan mengambil hadiah yang dia kirimkan. Saya sudah pergi ke ATM terdekat. Ternyata di ATM itu antriannya lumayan banyak. Saat sedang mengantri itu saya bertanya melalui Twitter kepada gojek Indonesia: Apakah benar go-jek Indonesia memberikan hadiah kepada pelanggannya. Melalui Twitter cepat sekali respon admin menyampaikan bahwa saya harus berhati-hati terhadap berbagai penipuan. 

Saya mulai ragu tapi kemudian saya masuk ke ATM karena jatah saya untuk masuk ke ATM. Sebelum saya memasukkan kartu ATM ke mesin ATM saya sempatkan Buka Twitter lagi. Update duit dari go-jek Indonesia kepada saya disana disampaikan bahwa go-jek Indonesia telah memastikan bahwa kabar tentang hadiah yang saya terima bisa dipastikan penipuan. Saya langsung keluar dari ruang ATM tidak jadi memasukkan kartu ke dalam mesin yang sudah di hadapan saya. 

Saya tertegun agak lama diluar ruang ATM. Orang di ujung telepon itu juga belum mematikan telepon yang masih dalam keadaan tersambung. Karena dia sudah mewanti-wanti sejak saya di rumah bahwa saya tidak boleh mematikan HP saya atau memutus telepon yang sedang berlangsung. Saya kemudian mematikan telepon itu. Saya bersyukur bahwa saya tidak jadi kena tipu oleh orang di seberang sana.

Ternyata kejadian tidak berhenti sampai disitu. Go pay saya yang bersaldo sekitar Rp55.000 tiba-tiba dipakai oleh seseorang untuk mengisi pulsa pada nomor ponsel yang bukan milik saya. Saya baru sadar bahwa akun gojek saya tengah dipakai oleh seseorang dan saya meyakini bahwa orang di ujung telepon tadi atau komplotannya adalah sosok yang sedang memakai akun gojek saya. Saya sudah tidak bisa mengendalikan akun gojek di ponsel saya. 

Saya hanya bisa melihat beberapa kali terjadi transaksi di gopay saya dengan nominal ratusan ribu rupiah. Malam hari, saya mencoba mengganti akun  gojek yang ada di ponsel saya yang tadinya dikendalikan si penipu, ternyata bisa. Saya menghubungi customer gojek melalui twitter untuk mereset atau mengamankan akun gojek saya. Langsung mendapat tanggapan bahwa akun gojek saya akan dipulihkan akan tetapi menunggu waktu. 

Di akun gojek saya masih tersisa saldo ratusan ribu rupiah. Akan tetapi berganti lagi nama dan no HP-nya. Pasti diganti lagi sama si penipu. Saya tunggu beberapa saat, saldo gopay digunakan untuk transaksi top up pulsa ke nomor ponsel tertentu yang bukan nomor ponsel saya.

 Saya berusaha mengganti lagi no HP dan nama menjadi nama dan no HP saya pada akun gojek di ponsel saya. Bisa. Saat bisa, segera saya mengisi pulsa dengan saldo gopay yang ratusan ribu itu dengan nominal pengisian 50.000 rupiah ke nomor saya. Berhasil. Keesokan harinya, akun saya berganti lagi dan saldo gopay sudah digunakan untuk transaksi top up pulsa ke nomor tertentu. 

Tersisa beberapa ribu saja saldo gopay di akun gojek yang menjadi rebutan antara saya dan si penipu. Saya mengganti lagi nama dan nomor HP pada akun gojek di ponsel saya dengan nama dan no HP saya. Berhasil. Setelah itu tidak ada tanda-tanda lagi si penipu mencoba mengganti nama dan nomor ponsel. Mungkin sudah direset oleh admin gojek.

Nah, yang tersisa sekarang nama dan no rekening bank di daftar tarik tunai gopay adalah nama dan no rekening yang bukan milik saya. Dan itu sudah tidak bisa diganti lagi. Saya tanyakan ke admin gojek, katanya memang tidak bisa diganti. Akan tetapi saya bisa menambahkan nama dan nomor rekening saya hingga empat buah.

Sejak peristiwa itu, sampai sekarang saya masih belum berani mengisi saldo gopay saya.