Mohon tunggu...
D. A. Kurniawan
D. A. Kurniawan Mohon Tunggu... Konsultan - pembelajar sepanjang hayat

pekerja biasa

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Pesawat Garuda, Tidak Sedang Membuat Judul Cerpen Kan?

31 Oktober 2019   15:14 Diperbarui: 31 Oktober 2019   15:41 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebenarnya yang akan saya sampaikan mungkin hal sepele bagi banyak orang, namun bagi saya cukup mengganggu, yaitu soal penulisan tanda peringatan di bagian depan kursi pesawat. Bagi yang sering naik pesawat Garuda, tentu familiar dengan gambar berikut: 

Gambar tersebut menunjukkan petunjuk bagi penumpang agar mengetatkan sabuk pengaman selagi duduk, petunjuk mengenai letak pelampung serta perintah untuk menurunkan sandaran kepala pada saat taxy, take off, dan landing. 

Adakah yang salah menurut pembaca sekalian? Kalau sebagian besar menjawab 'tidak' maka dapat dimengerti mengapa tulisan tersebut bertahun-tahun ada di dalam pesawat milik pemerintah tersebut, alih-alih diganti dengan penulisan yang benar. 

Memang ada kesalahan? Saya jawab ada, yaitu pada penulisan huruf besar pada setiap kata dalam petunjuk tersebut. 

Apabila kita membaca ejaan Bahasa Indonesia yang terbaru (saya yakin sebagian besar masih menyebut Ejaan yang Disempurnakan atau EYD, padahal sejak tahun 2015 telah ditetapkan Ejaan Bahasa Indonesia atau disingkat EBI, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), maka ketentuan mengenai penulisan hurus besar dikenakan pada 13 kondisi, sebagaimana dapat dilihat pada versi daring pedoman tersebut di sini. 

Dari ke-13 kondisi tersebut, tidak terdapat ketentuan bahwa huruf besar diterapkan pada setiap awal kata pada kalimat biasa, termasuk kalimat petunjuk tadi. 

Penerapan huruf besar dapat digunakan apabila kalimat tersebut merupakan judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. 

Tentu petunjuk dalam pesawat tersebut tidak dimaksudkan sebagai judul tulisan kan, jadi semestinya tidak ditulis dalam huruf besar pada awal kata. 

Yang menarik, kita dapat menemukan gaya penulisan yang lain pada maskapai lain, yaitu Lion Air. Maskapai tersebut menuliskan petunjuk-petunjuknya seperti ini: 

dokpri
dokpri
Petunjuk tersebut terlihat lebih sesuai dengan EBI, dengan meletakkan huruf besar pada awal kalimat dan huruf besar pada kata Anda, sebagaimana tercantum dalam catatan akhir Pedoman Umum EBI (PUEBI) mengenai penggunaan huruf besar sebagaimana tautan yang penulis sampaikan sebelumnya. 

Untuk itu, berkenaan dengan penulisan petunjuk bagi penumpang, penulis menyampaikan rasa hormat kepada Lion Air yang sepertinya dengan teliti telah membaca PUEBI sebelum menyampaikannya di ruang publik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun