Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Skuad Elit Barcelona Kurang Menggigit dan Tantangan untuk Xavi Hernandez

14 Agustus 2022   16:17 Diperbarui: 14 Agustus 2022   16:18 203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Aksi Rapinha, pemain baru Barca dalam laga kontra Rayo Vallecano dini hari tadi (14/8). Foto: AFP/Pau Barrena via Kompas.com

Hasil imbang ini pun menjadi bahan sinis dari luar lapangan, terlebih khusus untuk sejumlah uang yang telah digelontorkan Barca dalam membeli pemain baru. 

Kesangsian bisa saja tercipta. Ternyata, persoalan di Barca tak cukup hanya mendatangkan pemain baru.

Di lain pihak, para pemain baru masih membutuhkan waktu untuk membangun organisasi permainan tim yang kompak. Laga-laga uji coba tak cukup untuk membuat para pemain bisa saling mengenal antara satu sama lain.  

Ya, beberapa di antara pemain ini masih belum familiar dengan DNA Barca yang lebih cenderung bermain dari kaki ke kaki atau Tika-taka. 

Kelihatannya Xavi mau mempertahankan pola yang sama dengan tetap memainkan Sergio Busquets di sentral permainan tim. Lalu, Busquests diapiti oleh duo pemain muda Gavi dan Pedri yang juga sudah melekat dengan DNA Barca. 

Untuk kontral bola dan ritme, peran Busquets lini tengah tak bisa diragukan. Akan tetapi, alur aliran bola tampak lambat dan tak cocok untuk para gelandang O. Dembele dan Rapinha yang sangat memang cocok bermain cepat.

Belum lagi, R. Lewandowski yang menghabiskan 8 musim di Bayern Munchen, dan sudah familiar dengan gaya permainan gegenpressing, di mana pergerakan Lewandowski selalu ditopang oleh pemain yang bergerak cepat seperti J. Muller, K. Coman, L. Ssane dan Gnabry yang bergerak cepat untuk menyupai bola ke Lewandowski. 

Namun, di Barca Lewandowski harus beradaptasi dengan pola yang berbeda. Penguasaan bola di lini tengah yang dikoordinir oleh  Busquets masih ditekankan oleh Xavi. 

Padahal, Busquets terlihat lambat dalam mengatur permainan di lini tengah, termasuk dalam urusan mengatur aliran bola.  

Kartu merah yang diberikan kepada Busquets bisa menjadi berkah untuk Barca dan membuka mata Xavi untuk laga berikutnya. 

Untuk itu, Xavi perlu memberikan peran pada Frenkie de Jong atau Frank Kessie untuk mengontrol lini tengah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun