Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Ketika Lebih Takut daripada Lebih Siap Menghadapi Situasi Baru

9 Agustus 2020   08:04 Diperbarui: 9 Agustus 2020   08:10 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan selama masa krisis pandemi korona. Sumber foto: ABS.CBN.com

Kegiatan berangsur kembali normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan yang melibatkan banyak orang pun mulai dibuka. Makanya, banyak acara yang diselenggarakan sewaktu provinsi ini dalam status bebas covid-19.

Status bebas korona itu bertahan untuk sementara waktu. Ditemukan beberapa kasus pada beberapa orang yang baru tiba dari luar provinsi. Awalnya gampang dikontrol karena jejak kontak dari pasien masih begitu terbatas.

Namun, persoalan menjadi rumit ketika kasus sudah menjangkiti warga lokal. Kemarin (8/8), saya membaca di halaman media sosial kepunyaan pemerintah provinsi ini tentang kemunculan pasien baru. Dia adalah seorang penjaga salah satu toko.

Memang, keterjangkitannya berhubungan dengan pasien sebelumnya. Akan tetapi, pasien ini tidak mempunyai sejarah perjalanan keluar provinsi. Lebih dari itu, dia mungkin membangun banyak relasi dengan orang-orang di sekitar, terlebih khusus dengan para pembeli.

Melihat situasi seperti ini, banyak orang menjadi lebih cemas dan kuatir untuk pergi ke tempat publik. Padahal, di tempat-tempat publik, pemerintah sudah mewajibkan untuk memberlakukan protokol kesehatan. Roda ekonomi tetap berjalan dengan situasi yang baru. New normal.

Namun, situasi baru ini tidak dipandang optimis secara total. Masyarakat belum siap untuk pergi ke tempat publik jika melihat perkembangan kasus yang terjadi.

Pernah saya meminta salah seorang karyawan kami untuk pergi ke salah satu toko penjualan alat tulis. Dia menolak. Menurutnya, aturan di toko tersebut begitu ketat.

Selain suhu badan pengunjung dicek, dia juga harus mencatatkan namanya di buku yang telah disiapkan. Tujuannya agar memudahkan untuk mencari jejak pengunjung jika kebetulan ada pasien yang berkunjung ke toko tersebut.  

Menurut asumsinya, dia agak cemas kalau kebetulan orang-orang yang masuk bersamaan dengan dirinya ke toko itu ternyata menderita penyakit Covid-19.

Apalagi pasien covid-19 sudah bertambah banyak. Hanya karena itu, dia harus mendapat pengecekan. Bahkan dia pun bisa dikarantina andaikata dia berkunjung ke toko itu bersamaan dengan seorang pasien.

Pemerintah sudah mewajibkan protokol kesehatan di tempat publik. Situasi new normal. Seyogianya masyarakat bisa menerima dan menjalankan itu. Pendeknya, masyarakat mesti siap berhadapan dengan situasi baru tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun