Mohon tunggu...
Donie Hulalata
Donie Hulalata Mohon Tunggu... Big Data Project Officer -

Seorang pria berkacamata dan bertubuh gempal yang senang berbicara dengan orang lain, baik melalui lisan juga dengan tulisan. Temukan tulisan saya yang lainnya di: Bukan Jurnal Sejarah (http://bukanjurnalsejarah.wordpress.com).

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

AQL Islamic Center Ajak Anak Yatim dan Dhuafa "Berbelanja"

19 Juni 2017   08:14 Diperbarui: 22 Juni 2017   09:38 667
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari Sabtu (17/06) kemarin, Jalan Tebet Utara I no. 40, Jakarta Selatan, mendadak lebih ramai dari biasanya. Matahari pagi yang cerah sudah begitu tinggi namun portal ditutup seperti biasanya saat malam hari menjelang. Ada panggung berdiri rapi di ujung jalan tersebut. Rupanya AQL Islamic Center sedang mengadakan acara berjudul "Festival Ramadhan 1438 H: Tabligh Akbar, Belanja & Membelanjakan Anak Yatim-Dhuafa".

Laznas AQL, unit kerja AQL Islamic Center adalah dalang dari terselenggaranya kegiatan ini. Sebuah acara yang mengusung konsep pemberian santunan kepada anak Yatim dan Dhuafa yang ada di seluruh  DKI Jakarta. Namun demikian Laznas AQL memberikan konsep yang berbeda dan unik ketika memberikan santunan tersebut.

Di mana anak-anak yatim dan dhuafa tersebut diajak untuk berbelanja. Anak-anak ini diberikan voucher senilai Rp 300.000. Kemudian mereka memilih sendiri barang sesuai dengan keinginan dan selera masing-masing. Setelah memilih barang sesuai dengan paket yang ditentukan oleh panitia, mereka membawa barang tersebut dan menukarkan voucher yang dimilikinya kepada kasir yang tersedia.

Adapun barang-barang yang dapat dipilih oleh anak-anak ini terdiri dari dua paket. Paket pertama berisi tas ransel dengan bermacam model, ditambah dengan kotak makan lengkap beserta tas dan boto minumnya. Sementara paket kedua berisi tas ransel, botol minum, dan pilihan sendal atau satu set tempat makan.

Anak-anak Yatim dan Dhuafa memegang voucher Belanja senilai Rp 300.000, di acara Festival Ramadhan 1438H, Sabtu (17/06), yang diselenggarakan oleh AQL Islamic Center. Foto oleh: Ana (AQL)
Anak-anak Yatim dan Dhuafa memegang voucher Belanja senilai Rp 300.000, di acara Festival Ramadhan 1438H, Sabtu (17/06), yang diselenggarakan oleh AQL Islamic Center. Foto oleh: Ana (AQL)
Anak-anak yang ikut dalam acara itu memiliki rentang usia 5 sampai dengan 13 tahun. Rata-rata mereka akan menggunakan barang-barang tersebut saat masuk sekolah nanti. Ini seperti yang disampaikan oleh Putra, salah seorang anak dari yayasan Al Barokah.

"Nanti mau dipakai buat sekolah. Masuknya kan tanggal 10 Juli nanti, jadi bisa pakai tas baru", ujarnya sumringah.

Kegiatan tersebut ternyata juga memberikan pengalaman tersendiri bagi pengasuh yayasan yang juga ikut menemani anak-anak tersebut. Saat ditanya, seorang Pengasuh Yayasan mengatakan bahwa acara santunan bagi anak yatim dan dhuafa ini belum ada sebelumnya.

"Acaranya unik, belum pernah ada. Jadi kami juga ikut merasa senang, karena anak-anak bisa memilih sendiri barang yang mereka inginkan," ujar Tri, salah seorang pengasuh yayasan yatim dan dhuafa di Jakarta Timur ini.

Sementara itu, menurut keterangan yang didapat dari panitia, ada sekitar 800 anak yatim dan dhuafa dari berbagai yayasan atau panti asuhan binaan AQL Islamic Center di seluruh Jakarta yang diundang dalam acara itu.

"Pada acara ini, kita undang 800 anak yatim dan dhuafa. Nanti dibagi 3 sesi: jam 10 pagi, jam 1 siang, dan jam 4 sore. Pas di sore hari, sekalian ada Tabligh Akbar," jelas Nur Oktaviana, salah seorang panitia acara yang juga kordinator Sahabat Yatim.

Keceriaan anak-anak berbelanja di acara Festival Ramadhan 1438 H, pada hari Sabtu (17/06). Foto oleh: Ana (AQL)
Keceriaan anak-anak berbelanja di acara Festival Ramadhan 1438 H, pada hari Sabtu (17/06). Foto oleh: Ana (AQL)
Selepas Solat Dhuhur, kedatangan anak-anak Yatim dan Dhuafa mulai memuncak. Sampai saat itu sudah sekitar 300 anak dari yayasan yatim piatu dan dhuafa. Mereka datang menggunakan kendaraan umum yang disewa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun