Mohon tunggu...
Farhandika Mursyid
Farhandika Mursyid Mohon Tunggu... Seorang dokter yang hanya doyan menulis dari pikiran yang sumpek ini.

Penulis Buku "Ketika Di Dalam Penjara : Cerita dan Fakta tentang Kecanduan Pornografi" (2017), seorang pembelajar murni, seorang penggemar beberapa budaya Jepang, penulis artikel random, pencari jati diri, dan masih jomblo. Find me at ketikanfarhan(dot)com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Maaf yang Terpenting

5 Juni 2019   12:55 Diperbarui: 5 Juni 2019   16:38 0 2 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Maaf yang Terpenting
sumber foto : dokumentasi pribadi dari gawai saya

Tak terasa, Idulfitri sudah tiba.
Semua orang berbondong berpakaian baju baru
Hasil dari jerih payah melawan nafsu dan dahaga
Simbol bahagia karena telah mencapai kemenangan
Seperti pesan dari orang di stasiun isi bensin
"Kita mulai dari nol lagi, ya!"

Semua datang dengan hawa yang bersih.
Ibarat kertas putih yang selalu aku bawa.
Menantikan diri untuk dipakai sesuai fungsi.
Menopang berbagai rasa serta kisah,
ide serta pikiran,
khayalan serta pesan-pesan.
Dia menunggu hal mana yang akan datang bersamanya.

Semua orang bertatap muka satu sama lain
Menyatakan maaf dalam berbagai cara.
Sekarang, juga muncul salam daring.
Dari pelbagai ketikan, sudah tersiar pesan berantai.
Entah itu, dari "kala tangan tak sempat menjabat"
Atau sekadar kata awalan "Selamat idulfitri" saja.
Intinya satu, mengembalikan diri seperti saat keluar dari rahim.

Namun, Cinta, ada satu pertanyaan dariku.
Apakah kamu sudah memaafkan dirimu sendiri?
Itulah yang terpenting sebelum memberi maaf ke yang lain.
Sama dengan mencintai
Sama juga dengan peduli.
Semua berawal dari orang yang kamu hadap di cermin itu.

Jadi, sudahkah kamu memaafkan dirimu, Cinta?


Gresik, 5 Juni 2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x