Mohon tunggu...
DLa
DLa Mohon Tunggu... Penulis - DLa_d'CurlyAuthor

Passionate Woman who loves to eat, read, listen to the music, enjoy design, and etc.. https://m.kwikku.com/novel/read/writing-is-my-first-love IG : @d_curlyauthor https://www.wattpad.com/user/DellaDella306

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Japan That I Love...

22 Juli 2015   08:29 Diperbarui: 22 Juli 2015   08:29 595
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 

Di lantai paling atas, saya ingin menikmati pemandangan kota Osaka, dengan menggunakan teropong yang ada di Observatori tersebut. Tentunya akan lebih mantap jika saya datang saat malam hari, karena Osaka tampak cantik bermandikan kerlap-kerlip cahaya lampu gedung pencakar langit. Di area 173 ada berbagai tempat duduk dengan sensor cahaya. Saya ingin mencoba duduk disitu dan melihat perpaduan cahaya apa yang akan keluar, sebagai hasil dari suhu dan suasana hati saya saat itu. Tentunya permainan cahaya seperti ini sangat spektakuler.

 

Setelah puas melihat permainan cahaya, saatnya melihat Osaka Aquarium Kaiyukan. Saya ingin berjalan-jalan di terowongan air sambil menikmati pemandangan dunia air, yang membuat saya makin mengagumi karya ciptaan Tuhan. Tentunya ada begitu banyak flora dan fauna air yang diciptakan dengan keunikan masing-masing. Wisata alam yang edukatif ini sungguh mengingatkan saya untuk mensyukuri rahmat Allah, yang telah membuat dunia beserta dengan segala keindahan isinya. 

 

Setelah mata saya dipuaskan, indera pendengaran sayapun ingin dimanjakan dengan menikmati pertunjukkan musik tradisional Jepang. Selama ini saya hanya bisa membaca tentang alat musik tersebut lewat buku atau internet dan mendengarnya dari pilihan suara di keyboard. Tapi tetap saja berbeda kalau saya melihat sendiri dan menikmati keindahan melodi dari alat musik koto, taiko, sakuhachi, dan shamisen secara langsung. Bagi penggemar musik seperti saya, menonton pertunjukkan musik tradisional seperti ini akan menjadi momen yang berkesan. 

 

Setelah Osaka, saya ingin mengunjungi Kuil Fushimi Inari yang terkenal di Kyoto (kota seribu kuil) dan berfoto di lorong 1000 gerbang saat sinar matahari senja yang keemasan menyinari gerbang tersebut dan membuat warnanya lebih hidup. Senang rasanya kalau bisa berpose disini sampai puas dan membuat foto-foto yang keren, seperti yang ada di majalah-majalah. Sayapun akan menyusuri gerbang-gerbang tersebut sambil terus mensyukuri semua berkat dan karya Tuhan di dalam hidup saya hingga detik ini. 

 

 

Saya juga ingin merasakan wisata petik buah stroberi Jepang yang terkenal besar dan manis di Nara. Jika diumpamakan, manisnya stroberi Jepang semanis indahnya hidup. Lalu saya ingin melihat langsung rusa-rusa jinak di Nara, serta memberi mereka makan. 

 

Setelah puas jalan-jalan, saya ingin menikmati pemandian air panas yang membuat tubuh rileks yaitu Arima Onsen yang terletak di Kobe. Hal yang menarik dari Arima Onsen ini adalah disini terdapat dua tipe pemandian, yakni pemandian air emas (Kinsen) dan air perak (Ginsen). Kinsen yang berwarna kuning kecoklatan karena mengandung besi dan garam, bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit dan nyeri otot. Sedangkan Ginsen yang berwarna bening keabuan mengandung karbonat yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit sendi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun