Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Freelancer - Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Belajar Mengelola Wisata dari Jeju, Korea Selatan

12 Desember 2019   17:31 Diperbarui: 15 Desember 2019   10:34 279
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya pernah menunggu di halte bus di kaki Gunung Hallasan, selisih waktu tibanya tak sampai dua menit dari jadwal. 

Busnya pun kosong dan hanya saya seorang hingga ke halte di Jungmun Complex, tapi tak pernah terpikir untuk dioper bus oleh supirnya. Bahkan setelah saya turun dan bus kosong tetap berjalan sesuai rutenya, tidak potong kompas menuju terminal.

Peta Petunjuk Free Wifi di Jeju | Dokumentasi pribadi
Peta Petunjuk Free Wifi di Jeju | Dokumentasi pribadi
Ketiga, free wifi di hampir semua area publik termasuk halte bus. Ini sangat membantu saya yang fakir kuota dan malas beli kartu perdana. 

Dengan adanya free wifi tersebut, saya bisa mengakses internet dari tempat-tempat umum, dan menentukan rute bus di halte serta memperkirakan kedatangan bus dengan bantuan aplikasi Kakao Map. 

Saya bisa update status langsung di tempat tanpa takut habis kuota karena wifi hampir tersedia di mana-mana, bahkan ke tempat wisata di pelosok sekalipun.

Papan Petunjuk Dua Bahasa | Dokumentasi pribadi
Papan Petunjuk Dua Bahasa | Dokumentasi pribadi
Keempat, papan petunjuk di mana-mana di tempat-tempat strategis dalam dua bahasa, Korea dan Inggris. Tak perlu takut kesasar karena petunjuknya cukup jelas. 

Hanya memang di halte bus belum semua berbahasa Inggris dan huruf latin sehingga harus hafal nomor bus yang akan kita naiki. Namun dengan bantuan Kakao Map kita bisa tahu nomor busnya dan cukup dicocokkan dengan papan petunjuk yang ada di halte.

Selain itu tersedia website khusus yang menyediakan informasi tentang Jeju secara keseluruhan. Bahkan hotlinenya pun menyediakan chat dalam lima bahasa selain Inggris, termasuk Spanyol, Prancis, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. 

Mereka sadar bahwa Indonesia termasuk pasar potensial yang harus digarap untuk menarik minat berkunjung ke Jeju.

Stadion Piala Dunia Jeju | Dokumentasi pribadi
Stadion Piala Dunia Jeju | Dokumentasi pribadi
Kelima, jangan lupa keramahan warganya. Walau sebagian besar mereka tidak bisa berbahasa Inggris, namun dengan bahasa tarzan maupun kalkulator mereka siap membantu. 

Saya pernah mengalami sedang menanti bus setelah bertanya kepada warga lokal, diapun rela menunggu hingga bus datang sekadar hanya untuk menunjukkan bus yang benar kepada saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun