Lingkungan

Keberadaan Industri dan Bencana Banjir di Desa Sumberrame

26 April 2019   07:16 Diperbarui: 26 April 2019   07:41 4 1 0

Lahan terbuka hijau saat ini semakin menyempit. Perluasan daerah industri dari tahun ketahun semakin berkembang perluasannya. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya menyempitnya lahan sehingga dapat menyebabkan daerah resapan air semakin berkurang fungsinya. 

Kawasan industri sudah mulai mendekati area pemukiman dengan jarak 50-500 m dari pabrik. Alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke lahan industri dapat menyebabkan banjir lahan pertanian yang ada di sekitar lahan industri. 

Akibatnya pertanian yang ada di dekat lahan industry mengalami kegagalan panen. Hal ini merugikan petani di Desa Sumberrame Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik

Akibat bangunan industri yang terletak saling berdekatan dengan industry lainya dan juga lahan pertanian masyarakat, mengakibatkan semakin menurunnya fungsi lahan pertanian. Lahan pertanian di dekat areal industry semakin lama semakin tidak bisa dimanfaatkan sama sekali oleh masyarakat. 

Sepanjang musim penghujan dan musim kemarau lahan ini selalu tergenang air (banjir) setinggi perut orang dewasa. Hal ini disebabkan air disana tidak bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah setelah adanya bangunan industry. Air tersebut terhalang oleh bangunan-bangunan Industri. Padahal berdasarkan penuturan warga, sebelum adanya bangunan industri, lahan tersebut produktif di manfaatkan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian seperti padi, jagung, garbis dan palawija. 

Petani merasa dirugikan karena hal ini. Tanah yang sebelumnya digunakan sebagai lahan pertanian yang produktif, sekarang menjadi rawa-rawa yang ditumbuhi rumput liar dan bercampur limbah cair yang dihasilkan akibat proses industri yang dibuang secara langsung tenpa pengelolaan terlebih dahulu. Berdasarkan penuturan warga sekitar Marman (50) limbah juga dibuang langsung ke sungai secara rahasia (5/4).