Mohon tunggu...
Dina Ramadhani
Dina Ramadhani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

Hobi saya membaca novel dan menonton

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pendidikan Menjadi Salah Satu Faktor Stratifikasi Sosial di Era Globalisasi

2 Oktober 2022   22:50 Diperbarui: 2 Oktober 2022   23:03 376 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Terjadinya stratifikasi sosial dikarenakan tidak adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban sehingga rasa tanggung jawab sosial berkurang lalu dilanjutkan adanya ketimpangan pemilikan nilai atau harga. Akibatnya, sesama anggota kelompok menilai dan memilah-milah yang akhirnya memunculkan strata (lapisan).  

Jika kita melihat pengertian dari seorang sosiolog, seperti Paul B. Horton dan Chester L. Hunt Stratifikasi sosial adalah proses dimana tingkat yang berbeda berlaku dalam suatu masyarakat. 

Biasanya dalam bentuk hierarki atau tingkatan, dari yang tertinggi hingga yang terendah. Biasanya stratifikasi sosial sangat berbeda dalam hal kekuasaan atau kekayaan. 

Situasi tersebut akan terlihat perbedaan status di mata masyarakat. Namun, di era globalisasi ini, posisinya tidak akan diperoleh hanya melalui keturunan seperti di masa lalu dalam sistem politik. Tetapi seseorang dengan pengetahuan akan mendapatkan status.

Pendidikan kini menjadi salah satu faktor yang menentukan strata sosial. pendidikan dengan stratifikasi sosial sangat erat hubungannya. Pada stratifikasi sosial terbuka pendidikan dapat menjadi alat untuk mobilisasi sosial. Pendidikan sebagai salah satu dasar penentu kelas sosial dapat merubah kelas seseorang. 

Pengetahuan didapatkan seseorang melalui lembaga kependidikan serta peran para tenaga kependidikan. Ilmu juga menentukan secara pasti tingkat jabatan atau pekerjaan seseorang. Bukan hanya sekolah atau perguruan tinggi terkenal, namun dari jenjang terakhir yang diikuti seseorang. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Jelas bahwa lulusan sekolah menengah akan memiliki pekerjaan yang berbeda dari lulusan universitas. Perbedaan yang diamati bersifat kualitatif karena tujuan pembelajaran guru terhadap siswa atau mahasiswa benar-benar berbeda. Ini menjadi hal yang sangat penting.

Di kampus, dosen akan memberikan pengaturan bagaimana cara membuat mahasiswa berpikir kritis, berinovasi, dan berpikir logis, sehingga kita dapat memecahkan masalah sendiri. Saat ini, mahasiswa membutuhkan keterampilan communication, collaboration, dan problem solving. 

Keterampilan communication berarti keterampilan berbicara kita untuk menyampaikan pikiran dan gagasan secara efektif dan efisien. Kemampuan collaboration berarti kemampuan kita untuk bekerja sama dengan orang lain, kita akan dapat bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. 

Kemampuan problem solving mengacu pada upaya kita untuk memecahkan masalah secara efektif dan efisien. Dan tidak lupa,mahasiswa juga harus berpikir logis, itu satu hal penting karena dapat membantu kita bernalar melalui keputusan penting, memecahkan masalah, menghasilkan ide kreatif, dan menetapkan tujuan yang semuanya diperlukan untuk mengembangkan karier kita nantinya.

Hal-hal itu yang nantinya akan menjadi sebuah pandangan masyarakat mengenai mahasiswa atau seorang anak yang mendapatkan pendidikan dianggap lebih tinggi kedudukannya dibanding anak lain yang tidak melanjutkan studi atau ilmu pengetahuannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan