Mohon tunggu...
Dimas
Dimas Mohon Tunggu... Editor - Profil Singkat

-

Selanjutnya

Tutup

Politik

Fakta yang Terjadi di Gaza dan Klaim Israel

29 November 2023   08:49 Diperbarui: 11 Desember 2023   09:20 80
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Kalau sudah cinta, buta semuanya. Itulah kata yang tepat di sematkan kepada mereka yang mendukung Zionist. Sebanyak apapun fakta yang sudah terungkap, mata hati mereka tetap dalam keadaan tertutup. Mereka menggunakan berita-berita hoax demi pembenaran. Banyak berita hoax yang mereka pergunakan untuk membela Zionist. Berikut adalah fakta yang terungkap dari hoax-hoax mereka :

  • Hamas memperkosa dan membunuh wanita Israel serta menyandera ratusan sipil Israel.

Faktanya : pernyataan hamas memperkosa dan membunuh wanita Israel datang dari Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu. Namun tidak ada bukti sampai saat ini dengan klaim tersebut. Pernyataan hamas menyandera ratusan sipil Israel memang benar, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pembebasan 8.000 rakyat Palestina yang dipenjara tanpa sebab.

  • Hamas membunuh bayi dan memenggal kepalanya.

Faktanya : klaim Israel, Hamas memenggal kepala bayi dilaporkan oleh jurnalis Nicole Zedek dari i24. Laporan itu kemudian menyebar ke media-media Barat dan media sosial. Jurnalis Israel Oren Ziv, dia terjun kelapangan dan tidak menemukan bukti yang di klaim tersebut. Juru Bicara Militer Israel juga tidak bisa menunjukkan bukti adanya kejadian tersebut. Klaim tersebut juga dibantah oleh hamas.

  • Hamas membunuh ratusan hingga ribuan orang di Israel termasuk warga sipil dalam serangan 7 Oktober 2023.

Faktanya : pernyataan tersebut muncul ketika media-media Barat memberitakan dengan masif dan tendensius. Setelah beberapa waktu berita tersebut dipergunakan sebagai pembenaran, akhirnya terbongkar juga. Setelah dilakukan penyelidikan atas insiden tersebut oleh surat kabar Haaretz yang dikutip dari Al Jazeera, mengungkap fakta bahwa yang membunuh adalah dari pihak mereka sendiri. Polisi Israel mengakui helikopter tempur mereka bukan hanya menembaki hamas tetapi juga warga sipil di festival musik Supernova 7 Oktober lalu. Berita ini sudah banyak tersebar di media-media besar dan sudah dikonfimasi kebenarannya.

  • Gaza dan Palestina aman sebelum adanya serangan 7 Oktober 2023.

Faktanya : tidak ada tempat yang aman di sana. Hampir setiap hari pasti ada pembunuhan, pelecehan. Klaim ini dapat dibuktikan dengan banyaknya dokumentasi peristiwa tersebut. Dan banyak dari warga Palestina yang bersaksi akan hal tersebut. Sebelum kejadian 7 Oktober 2023, Israel sudah 4 kali melakukan agresi ke Palestina. Dari 4 agresi tersebut yang memulai bukan hamas.

  • Klaim terowongan hamas di rumah sakit Indonesia dan rumah sakit Al-Shifa.

Faktanya : tidak ada terowongan hamas di rumah sakit Indonesia dan rumah sakit alshifa. Pernyataan ini sudah di konfirmasi langsung oleh Mer-C, MER-C membantah tuduhan Israel bahwa Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dilalui jaringan terowongan Hamas. Kepala Tim Pembangunan RS Indonesia Farid Thalib juga membantah tuduhan Israel soal terowongan yang dipakai Hamas. Untuk rumah sakit Al-Shifa yang diklaim terdapat terowongan hamas akhirnya terbantahkan setelah Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak membeberkan bukti terowongan dan bunker di bawah RS Al-Shifa Gaza adalah buatan Israel beberapa dekade lalu. Pernyataan Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak sudah dimuat oleh banyak media.

  • Klaim Israel memperlakukan manusiawi rakyat gaza.

Faktanya : mereka hanya berpura-pura. Dalam suatu cuplikan yang ditampilkan IDF (dan cupilkan tersebut sudah dihapus dari akun IDF), tentara IDF menuntun seorang kakek tua bernama Bashir Hajji usia 79 tahun. Di captionya tertulis "betapa baik hatinya IDF membantu warga Palestina". Beberapa saat kemudian IDF membunuh kakek tua tersebut dengan tembakan. Informasi tersebut sudah terkonfirmasi dan bukti kakek tersebut terbunuh juga sudah beredar di banyak media.

  • Hamas melakukan pendudukan di rumah sakit Al-Shifa.

Faktanya : berita ini hoax. Dalam klaim ini, seorang perawat yang mengaku bekerja di rumah sakit Al-Shifa membuat heboh dunia. Dia mengecam hamas atas pendudukan di rumah sakit Al-Shifa. Sambil menangis dia bercerita tentang kekejaman hamas. Video yang dibuat sudah viral di platform X (twitter). Jutaan views dia dapatkan. Karena video ini, banyak orang yang percaya dengan pernyataan perawat palsu tersebut. Tetapi faktanya dia berbohong. Kebohongan ini dibongkar salah satu media Prancis di siaran beritanya. Media Prancis tersebut menunjukkan bukti-bukti bahwa video ini palsu. Salah satu buktinya adalah suara ledakan yang identik sama sepanjang video. Wanita tersebut sempat memakai sedikit bahasa arab di detik ke 50, dan setelah di cek ternyata bahasa arabnya tidak sesuai dengan aksen arab. Kemudian stetoskop yang digunakan berwarna merah, padahal di rumah sakit Al-Shifa menggunakan stetoskop berwarna biru dan hijau, serta kesaksian orang disana yang menyatakan tidak pernah melihat wanita tersebut di rumah sakit Al-Shifa. Setelah di investigasi, ternyata wanita yang mengaku perawat di rumah sakit Al-Shifa adalah seorang perempuan Israel bernama Hannah Abutbul. Hannah Abutbut adalah seorang konten kreator Israel.

  • Klaim Israel menangkap sejumlah orang yang mereka klaim hamas.

Faktanya : yang di tahan oleh mereka adalah warga sipil Gaza yang mengungsi di sekolah UNRWA. Mereka dilucuti pakaiannya oleh tentara pendudukan Israel saat musim dingin di Gaza. Mereka hanya menggunakan celana dalam dan celana pendek tanpa baju. Propaganda yang dilakukan zionist Israel adalah dengan melucuti pakaian mereka (warga sipil Gaza) dan membuat seolah-olah mereka adalah hamas. Pasukan pendudukan Israel memaksa orang-orang terlantar di dekat sekolah UNRWA untuk membawa senjata guna membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang bersenjata yang menyerahkan diri ke pasukan pendudukan di Gaza. Menurut informasi dari beberapa jurnalis yang berada Gaza, warga sipil tersebut telah dibunuh oleh zionist Israel, beberapa ada yang ditembak di tempat, ada juga yang di kubur hidup-hidup (informasi ini belum bisa di crosscek kebenarannya), yang sudah menjadi fakta adalah beberapa dari mereka telah dibunuh dan beberapa lagi belum tahu kondisinya.

Itulah fakta-fakta yang terjadi dan hoax-hoax yang sampai saat ini masih dijadikan pembenaran oleh kaum pendukung Zionist di Indonesia. Mereka mendukung Zionist bukan karena kemanusiaannya, melainkan karena mereka menganggap "Israel adalah bangsa pilihan Tuhan". Bagaimana mungkin Tuhan memilih bangsa yang merusak, membunuh, menjajah? Tidak masuk akal. Walaupun tidak semua seperti itu. Hanya beberapa orang yang tidak memiliki hati. Mereka speak up ketika Ukraina diserang, dan mereka diam ketika Palestina diserang. "You don't need to be a Muslim to defend Palestine. It's enough for you to be human!" , "Tak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina. Cukuplah kau menjadi manusia!"

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun