Mohon tunggu...
Dimas Bagus Firmandy
Dimas Bagus Firmandy Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UM

Hai! Mahasiswa yang gemar bermain dengan kata dan juga tertarik dengan sisi lain dari tulisan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Belasan Mahasiswa UM Melaksanakan Asistensi Mengajar Internasional di Thailand

29 September 2022   10:35 Diperbarui: 30 September 2022   20:52 231 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto 1 Mahsiswa UM yang melakukan Asistensi Mengajar di Thailand. Dokpri

Kegiatan kampus merdeka menjadi program yang lebih menarik dan baru di dunia pendidikan Indonesia. Pasalnya dalam program kampus merdeka ini mahasiswa bisa mengikuti program yang sesuai dengan keinginan, kecenderungan dan bakat yang mereka miliki. 

Salah satu yang menarik dari program yang diselenggarakan pemerintah ialah asistensi mengajar atau menjadi pengajar. Setiap mahasiswa yang mengikuti program ini akan dilatih untuk menjadi pendidik yang mandiri, kreatif dan juga adaptif. Universitas Negeri Malang menjadi kampus yang begitu antusias menyambut program yang tengah digerakkan oleh Kemendikbud. 

Dalam menyemarakkan kegiatan kampus merdeka ini, Fakultas Sastra UM melakukan kerjasama dengan Association of  Education Cultural Internasional (AECI) untuk menyelenggarakan program Asistensi Mengajar International. 

Program ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa Fakultas Sastra untuk menjadi pengajar atau pendidik di luar negeri dan mengenalkan bahasa Indonesia. Dalam program ini dipilih sembilan belas anak yang menjadi perwakilan UM untuk menjadi sosok pengajar baru di Thailand.  Sembilan belas anak anak ini berasal dari prodi yang berbeda seperti Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jerman, Pendidikan Seni Tari dan Rupa, Pendidikan Bahasa Mandarin dan Sastra Arab.

Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 27 Juli 2022 hingga akhir agustus. Satu bulan menjadi waktu cukup singkat bagi kesembilan belas mahasiswa UM ini untuk menimba pengalaman dan menjadi pendidik yang sesungguhnya di negeri orang. Sembilan belas orang ini ditempatkan di tempat yang berbeda-beda dalam satu provinsi. Provinsi yang mereka tempati ialah provinsi Krabi yang menjadi salah satu ikon pariwisata Thailand.

Sembilan belas anak tersebut antara lain Fathimah Muthmainnah (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab), Nanik Nor Laila (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris), Moch. Alfa Alfiansyah (Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan),  Luthfi Farihatun Nisa' (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Arab), Irfan Danial Aufar  (Mahasiswa S1 Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah),  Faradina Izdhihari Azzahra (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris).

Rindang Rahma Juninda  (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman),  Naufal Yuan Nabila  (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia),  Anisatul Ilmiah (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Inggris) , Indigirka Agung Wulandari (Mahasiswa S1 Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah),  Herlyana Febrianti (Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Rupa), Oryza Kumala Putri (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman), Khansa Talitha Bonnie (Mahasiswa S1 Ilmu Perpustakaan). 

Revalina Agdya Pramesti  (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Jerman), Dimas Bagus Firmandy (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia),  Patricia Rafinda Arnata (Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin),  Moh. Faisol Fahmi (Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Rupa), Mila Lailatul Rif'ah (Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik) dan  Najwa Anindita Witayu Arditi (Mahasiswa S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik).

          Selain mengajar, mereka mendapat kesempatan untuk mengenal budaya Thailand. Di Thailand sana, ternyata banyak sekali peringatan untuk menghormati baik itu pahlawan maupun sekadar menghormati kebiasaan yang sejak lama ada. Seperti pada tanggal 12 Agustus 2022 mereka berkesempatan untuk merayakan hari ibu.

Selama hari ibu ini para siswa diharuskan membuat sebuah kartu ucapan maupun memberikan barang yang melambangakn kasih sayang kepada para ibunya. Perayaan hari ibu ini tidak hanya sehari, akan tetapi di Thailand akan diadakan selama satu minggu. Kegiatan selanjutnya seperti bersih-bersih pantai. Kegiatan membersihkan pantai diadakan untuk menjaga kebersihan dan keasrian pantai sebagai wujud mencintai ibu pertiwinya.

Foto 2 kegitan bersih pantai dengan para murid dalam rangka peringatan hari ibu di Thailand. Dokpri
Foto 2 kegitan bersih pantai dengan para murid dalam rangka peringatan hari ibu di Thailand. Dokpri

Beralih pada aktivitas keseharian mahasiswa yang menjadi pendidik atau guru di sana. Banyak sekali jujur tantangan dan hal baru yang mereka temukan. Kendala yang ditemukan antara lain komunikasi berbahasa yang agak sulit mereka lakukan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan