Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... karyawan swasta, ngajar math, seneng jalan, love to share inspirasional life stories (asal ga hibah, hehehe), sukai nulis, ndengerin musik, nyanyi, n suka baca buku meski slow reader...

karyawan swasta, seneng jalan, love to share inspirational life stories (asal ga gibah hehehe), nulis, sukak denger musik n nyanyi, suka baca buku meski slow reader..

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Senyummu, Kegilaan Menulisku

20 Juli 2019   05:58 Diperbarui: 20 Juli 2019   06:00 0 9 2 Mohon Tunggu...
Senyummu, Kegilaan Menulisku
KOMPAS/ Riyadi Kartono

Maafkan aku, bila sekali lagi kuucap, aku sungguh kehilanganmu, maafkan untuk secuil rindu yang mendalam

Panutan syairku, kau bawa sayapku terbang ke ranah penantian abadimu

Derap tinta kebenaran dan goresan makna pada jiwa ksatriamu masih nyala, menghapus luka dalam jejak kasih yang kau tinggal dalam dada

Kuukir gilamu dalam dinding bait sastraku, diantara doa dan batin yang luka yang kini kau tinggalkan, Bapak

Kan kuingat kau saat aku tak gila puisi, kan kurambang dalam angan saat aku menjadi normal dan waras

Teruntuk engkau yang selalu membuatku gila menulis, aku melepas jasadmu, namun aku menyimpan hangat toreh tintamu dalam tiap helai aksaraku

Selamat jalan bapak sastraku, bahagialah dalam kemenangan di garis akhirmu, Arswendo Atmowiloto