Mohon tunggu...
Ayu Diahastuti
Ayu Diahastuti Mohon Tunggu... karyawan swasta, ngajar math, seneng jalan, love to share inspirasional life stories (asal ga hibah, hehehe), sukai nulis, ndengerin musik, nyanyi, n suka baca buku meski slow reader...

karyawan swasta, seneng jalan, love to share inspirational life stories (asal ga gibah hehehe), nulis, sukak denger musik n nyanyi, suka baca buku meski slow reader..

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Em Ar Ti, Akulah Saksi

13 Juli 2019   21:10 Diperbarui: 13 Juli 2019   21:31 0 5 1 Mohon Tunggu...

Aku berjalan seperti biasa. Kukira, hari ini masih seperti biasa. Pagi hari, badanku cukup berisi bersama para pekerja, yang menjemput rejeki semasa masih pagi

Mencuat cekat saat aku melihat, hari ini aku dilirik Sang Pemimpin Negara dengan senyum nan hangat

Terlebih saat kusadari bukan hanya sepasang kaki, namun dua pasang kaki dari para pemimpin hebat melangkah memasuki ruangan badanku

Aku melengang dengan riang, menghantar dua sahabat yang berbincang dengan senang, sambut rindu akan rencana dan rancangan hebat agar negri indah ini tenang

Sejarah akan mencatatku dalam bukunya yang menebal, bahwa akulah saksi dari dua sahabat setimbal, yang tegas meniadakan segala isu atau hoax abal-abal

Kurasa cukup hariku mengantar para pemimpin bangsa, kala beribu lensa ditujukan padaku tuk abadikan nuansa mesra, yang terjalin saat aku pun melenggang manja

Em Ar Ti , begitu orang memanggilku, MRT beginilah mereka menuliskanku. Em Ar Ti, akulah saksi, dari dua sahabat yang punya niat tulus suci, bangun negri bagi rindu dan cinta pada Pertiwi

KONTEN MENARIK LAINNYA
x