Nahariyha Dewiwiddie
Nahariyha Dewiwiddie Penulis & Pembelajar

🌸 Dewi Naharia's pen name. An passionate-ordinary writer. Media, humanities & psychology. ✉ dewiwiddie21@gmail.com 🌐🚀 dewiwiddie.blogspot.com 🌸

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Kini, Mentransfer dan Menyimpan Kenangan Tak Perlu Ribet Lagi!

16 April 2018   22:37 Diperbarui: 17 April 2018   07:18 570 0 1
Kini, Mentransfer dan Menyimpan Kenangan Tak Perlu Ribet Lagi!
Sumber gambar: Resume Examples

Hayoo, siapa di antara kalian yang antusias kalau membahas kenangan?

Setiap orang, pasti punya kenangan tersendiri, bukan? Begitu juga denganku, baper rasanya kalau berbicara tentang kenangan.  Ya, hidupku memang tak bisa lepas dari kenangan, bahkan saya adalah salah satu orang yang begitu mencintai kenangan yang berkesan dalam hidup.

Namun, di balik itu semua, yang harus dicamkan, memang kita tak bisa menghindar dari perkembangan teknologi, yang telah mengubah segalanya. Saya masih ingat, saat diriku masih kecil, handphone ayah hanya sebuah perangkat sederhana yang hanya bisa SMS dan telepon dan bermain permainan sederhana. 

Lama-kelamaan, beranjak remaja, kamera dan handphone pun telah bergabung jadi satu. Serta, fitur-fitur lainnya ditambahkan untuk menunjang fungsi dari handphone itu sendiri, termasuk mengabadikan kenangan.

Terlebih lagi kalau handphone sekarang ini telah bertransformasi jadi smartphone dengan berbagai sistem operasinya. Karena itu, kalau mau mengabadikan kenangan, cukup dengan smartphone dengan resolusi kamera tinggi, foto bagus pun akhirnya bisa didapatkan!

Nah, seperti itulah yang kami lakukan semasa bersekolah. Tak hanya mengabadikan kenangan-kenangan di sekolah dan rumah teman, kami pun juga sering berfoto kala kami berwisata di  Bandar Lampung, juga di Yogyakarta dan sekitarnya.

Begitu pun dengan diriku yang berkunjung ke Jakarta, serta pulang kampung ke Palembang, kota kelahiranku. Hasilnya, sudah banyak foto-foto yang kami ambil, dan pada akhirnya bermuara alias tersimpan dalam laptopku.

Sayangnya, pertengahan tahun 2016 lalu, laptop pertama saya akhirnya rusak dan kecil harapannya untuk bisa diperbaiki lagi. Karena itulah, saya memutuskan untuk menyimpan hardisk laptop lama karena ada kenangan dan data-data penting yang rencananya bisa dipindah lagi setelah Lebaran tahun 2017 lalu.

Namun, di saat yang sama, keluarga besarku dari Palembang hendak berkumpul di rumah kami, dan sialnya, karena keteledoranku, akhirnya hardisk lamaku hilang entah kemana.

Duuuh, kalau hal ini terjadi, musnahlah kenangan dan data-dataku!

Sakitkah? Kalau kalian tahu betapa mahalnya kenangan itu, pasti akan merasakan pedihnya kehilangan kenangan-kenangan itu. Ya, saya yang dulu cuek dengan kehilangan hardisk lamaku, akhirnya saya menyadarinya. 

Bagiku, kenangan --kenangan itu amat berharga, lebih daripada emas maupun perak. Kenangan-kenangan yang berupa foto, adalah tanda sekaligus bukti diriku---seumur hidupku---pernah berpetualang di suatu tempat, untuk ditunjukkan kepada orang yang terkasih. Belum tentu 'kan, di kesempatan berikutnya kita akan berkunjung ke tempat wisata yang sama lagi?

Dan, walaupun saya---juga kalian mengaku (dengan sebenar-benarnya) telah berkunjung ke tempat ini-itu, kalau tak ada foto yang menyertainya, rasanya kurang afdol deh!

Tak Hanya Kehilangan, Mentransfer Kenangan pun, Tak Bisa Lepas dari Masalah!

Sumber gambar: MozLife
Sumber gambar: MozLife
Nah, kalau menyinggung tentang mentransfer kenangan itu, apakah foto-foto yang kudapatkan selama ini di berbagai gawai, adalah murni jepretan kamera smartphone-ku?

Jawabannya, TIDAK!

Pasalnya, diriku dapat kiriman foto-foto dari smartphone teman-teman, kakak, juga kerabatku. Ada juga koleksi foto dan video yang didapatkan dari kamera digital saudara jauhku. Duuh, rasa-rasanya kalau berbagi terus dikenang, bukankah terasa lebih indah?

Itu semua, gara-gara teknologi yang terus bertumbuh, zaman sekarang ini kita dimudahkan untuk saling berbagi. Mentransfer kenangan di gawainya masing-masing. Dan, saya pun sering melakukannya, dengan bermacam-macam cara.

Nah, ada tapinya! Selain kehilangan data dan kenanganku seperti yang kujelaskan di awal, saya juga seringkali diwarnai dengan masalah saat menghantarkan kenangan-kenanganku itu. Dan, kalau ini terjadi, kenangan seindah apa pun tak bisa mengabadi di perangkat tujuan!

Pertama, lewat Bluetooth

Nah, ini yang paling sering kulakukan, bahkan sering sukses mengantarkan data yang dikirim dari smartphone teman maupun kerabat, menuju gawaiku. Ya, mengapa Bluetooth menjadi alat sambungan wajib yang bisa diandalkan, termasuk PC dan laptop?

Dibanding dengan inframerah yang mewajibkan dua perangkatnya untuk berdekat-dekatan, saat mentransfer data menggunakan Bluetooth, rasanya jauh lebih mudah dan bisa tersampaikan walau dalam radius satu meter pun!

Walaupun begitu, tetap saja ada kendala yang membuat mentransfer kenangan akhirnya gagal tercapai. Pernah ya, waktu hendak mengirim foto dan data lainnya lewat Bluetooth dari smartphone Android, meskipun saya sudah "memasukkan" PIN tetap saja salah sambung. Merasa kesal? Ya, bahkan setelah berulang kali pun masih saja tertolak.

Begitu juga saat hendak mengirim data dari smartphone saya ke laptop lewat Bluetooth. Tapi, tetap saja gagal terus. Padahal, saya pernah mengirim foto ke PC lewat Bluetooth untuk mencetak foto, dan ternyata bisa! Apa jangan-jangan ada masalah yang menghalangi transfer data ini, ya?

Kedua, lepas kartu memori terus dimasukkan ke card reader

Karena saya transfer data lewat Bluetooth akhirnya "gagal nyambung", akhirnya saya tempuh cara yang kedua. Lepas kartu memori terus dimasukkan ke card reader yang kebetulan menyatu dalam modemku. Walaupun sebenarnya bisa, tapi bagiku, ini ribet! Lebih-lebih kalau slot kartu memori terletak di samping slot SIM di balik baterai, mau tak mau, harus rela HP-nya dimatikan terlebih dahulu sebelum melepas kartu memorinya.

Ketiga, lewat kabel data         

Sebenarnya, saya anti ribet dalam urusan data. Inilah yang pada akhirnya saya memilih untuk menggunakan kabel data dalam mentransfer kenangan. Tak perlu card reader, cukup menyambung kabel data antara smartphone dan PC atau laptop.

Walaupun saya (pernah) berhasil menyambungkannya, tapi, lagi-lagi, tetap ada aja masalah yang menimpa. Sudah disambungkan ke kabel data, tetap saja memori di smartphone tak terbaca. Mentransfer data dan kenangan jadi gagal, deh!

Lalu, Adakah Solusi untuk Mentransfer sekaligus Menyimpan Kenangannya?

Hmmm, sebelum itu....

Sebenarnya, saya ingin data-data saya di back-up untuk jaga-jaga bila ada sesuatu. Namun, saat itu back-up data biasanya menggunakan CD. Tapi, apakah data-data dalam CD bisa terjamin?

Ada "kelemahan" kalau kita simpan data lewat CD. Selain soal cara menyimpan datanya, khawatirnya sih bakal rusak lagi. Buktinya, CD yang berisi data-data foto pernikahan kakak yang akhirnya tak berfungsi lagi, entah karena lecet atau hal-hal lain. Duuh, sayang juga ya.

Dan, sampai akhirnya, ketika membaca artikel tentang produk ini, saya merasa menemukan pencerahan. Terima kasih yang sebesar-besarnya pada Eli Harari, Jack Yuan, dan Sanjay Mehrotra, yang telah menciptakan dan mematenkan flash memory yang kini telah menginjak usia kepala tiga, berkontribusi pada dunia untuk membantu kami untuk mengabadikan kenangan-kenangan yang tercipta dari waktu ke waktu.

Oh ya, bukankah sekarang ini kebanyakan dari kita telah memiliki smartphone? Nah, kalau begitu, kali ini saya perkenalkan produk terbaik dari Western Digital yang "didesain" khusus untuk pengguna smartphone Android. Ini dia, SanDisk Ultra Dual Drive m3.0!

Sumber gambar: PicStop
Sumber gambar: PicStop

Produk ini, menjadi jawaban atas permasalahanku dalam menyimpan dan mentransfer data dan kenangan, dari smarphone Android ke laptop. Ya, sekalian untuk back-up juga. Ukurannya, lebih kecil dari flashdisk yang pernah saya pakai selama bersekolah, dan pokoknya, praktis untuk dibawa ke mana-mana!

Ya, seandainya dulu saya tahu produk ini, saya langsung pindah ke lain hati, eh maksudku SanDisk Ultra Dual Drive m3.0. Apa sih keunggulan yang membuatku ingin memilikinya?

Ternyata, jika dibandingin dengan performa si flashdisk lama berwarna jingga itu, ternyata SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 ini punya keunggulan yang membuat pengguna bakal "takluk" dan ingin memakainya. Oke, saya jelaskan:

Pertama, soal kecepatan transfer data. Dulu, waktu mentransfer data puluhan maupun ratusan megabyte dari atau ke flashdisk lamaku, ini memakan waktu beberapa menit. Wuiish, lama nian! Bisa kebayang tuh betapa lamanya transfer data yang membuatku harus menunggu.

Sekarang, dengan SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 ini, data sebesar satu gigabyte saja butuh waktu 6 detik! Ya, walaupun ukurannya kecil, tapi soal kecepatan transfer data, jangan salah, SanDisk memang juaranya! Yakni, mencapai 150 MB per second.

Kedua, kapasitas data yang sangat banyak. Flashdisk lama yang pernah saya punya, hanya berukuran 2 GB. Jadi, ketika data yang terisi hampir penuh, akan muncul "indikator" berwarna merah sebagai tanda peringatan. Ya, kalau ingin tetap digunakan, mau nggak mau, harus dikosongin sebagian datanya!

Sumber gambar: palucomputer.com
Sumber gambar: palucomputer.com

Nah, dengan adanya SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 ini, kalian tak perlu khawatir data akan cepat terisi penuh, malah kalian bisa mem-back-up data secara lebih praktis. Karena, flashdisk ini memang berkapasitas sangat banyak dan bervariasi. Tersedia dalam ukuran 16 GB, 32 GB, 64 GB, dan 128 GB. Tinggal dipilih sesuai kebutuhan kalian.

Ketiga, bisa terhubung langsung antara laptop dan smartphone Android. Ya, namanya aja dual drive, tentu flashdisk SanDisk ini ada konektor mini USB untuk smartphone Android dan USB untuk laptop. Jadi, bisa memungkinkan tuh untuk mentransfer data dan kenangan dari smartphone Android ke laptop. Tak seperti flashdisk biasa, yang hanya bisa mentransfer dari atau ke laptop, sehingga ingin memindahkan dari kamera HP harus tersimpan ke laptop baru ke flashdisk. Sungguh menyulitkan!

Keempat, berani memberikan garansi yang sungguh menggoda. Pernah saya tanyakan ke penjual flashdisk, bahwa flashdisk biasa walaupun mencapai beberapa bulan aja sudah rusak. Tapi, dengan flashdisk SanDisk ini, walaupun memang tak bisa memastikan batas usia pakainya, tetap saja memberi garansi yang amat berani: 5 tahun! Jadi, kalau memang ada masalah pada flashdisknya, selama garansi masih berlaku, ya tinggal ditukar dengan yang baru. Beres 'kan?

Kelima, kompatibel dengan perangkat apa pun. Jangan kuatir jika perangkat kalian masih ber-USB 2.0, karena flash disk ini juga kompatibel dengan perangkat USB 2.0 dan perangkat apa pun yang memiliki fitur OTG (On-the-Go). 

Tapi, untuk bisa memudahkan untuk mengoperasikan flashdisk SanDisk tersebut, kita perlu yang namanya aplikasi SanDisk Memory Zone, yang bisa kalian dapatkan lewat mengunduh di Google Play. Fungsinya, ya kalian bisa mengetahui dan memudahkan kalian untuk mengelola data yang kalian simpan.

Screenshoot
Screenshoot

***

Hmmm, memang tak salah kalau saya merekomendasikan SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 sebagai solusi penyimpan data terbaik. Walaupun harganya lumayan mahal, tapi yang didapatkan, rasa-rasanya memang sebanding dengan keunggulannya.

Akhirnya, dengan adanya flashdisk SanDisk ini, rasa sudah lebih dari cukup untuk mentransfer dan menyimpan data yang anti ribet di antara smartphone dan laptop. Dan, dengan berani saya mengucapkan: Selamat tinggal bluetooth, kabel data dan card reader! [*]