Mohon tunggu...
Nahariyha Dewiwiddie
Nahariyha Dewiwiddie Mohon Tunggu... Penulis dan Pembelajar

🌸 An independent-ordinary writer. ✉ dewiwiddie21@gmail.com 🌐🚀 dewiwiddie.blogspot.com 🌸

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Para Penulis, Hakikatnya adalah Pembelajar Sejati

16 Desember 2017   03:57 Diperbarui: 16 Desember 2017   23:25 0 27 10 Mohon Tunggu...
Para Penulis, Hakikatnya adalah Pembelajar Sejati
Sumber gambar: Shutterstock

Memang sih, saya gila membaca dan rakus belajar, tapi kalau hasilnya tak dipakai, buat apa?

Saya merasa terinspirasi, kala saya (selesai) membaca artikel "Sertifikat, Pelajar dan Pembelajar" yang dimuat dalam buku You Are A Leader! karya Arvan Pradiansyah. Dalam artikelnya, beliau menjelaskan perbedaan orang yang hanya ingin "membangun citra luarnya" lewat sertifikat, orang yang belajar sehingga disebut pelajar, terus orang yang senantiasa menjadi pembelajar.

Nah, kalau saya hubungkan dengan dunia kepenulisan, maka dua kata yang bercetak tebal itulah yang ingin saya bahas hari ini.

Lho, emangnya pelajar dan pembelajar itu, sama ya?

Hmmm, memang sihkedua kata itu sama-sama pakai kata dasar "ajar", tapi kalau saya merujuk pada artikel tersebut, kedua kata tersebut tentu punya makna tersendiri. Apa saja ya, maksud dari keduanya?

***

Kemarin, pikiranku jadi terbayang akan sebuah artikel yang pernah saya baca, ditulis oleh Pak Tjipta. Judulnya, "Penulis adalah Pembaca, Mengapa Pembaca Tidak Menulis?" Nah, dalam tulisannya, beliau menjelaskan bahwa orang yang gemar membaca, belum tentu jadi penulis, sedangkan seorang penulis, pasti adalah pembaca, iyaa 'kan?

Terus, kok bisa terjadi demikian?

Begini. Kalau saya dikaitkan dengan penjelasan Pak Arvan, saya bisa menemukan "titik temu", yang bisa menjawab artikel di atas.

Pembaca, adalah orang yang membaca tulisan-tulisan orang lain, sedangkan membaca adalah salah satu cara manusia untuk belajar dan memperoleh pengetahuan. Bahkan, ketika membaca, otak kita diajak untuk belajar!

Ya, memang sih ilmu pembaca itu banyak, malah melimpah ruah. Tapi, mereka tak menerapkan ilmu yang mereka pelajari untuk meningkatkan kualitas hidup. Contoh kecilnya, mereka yang dikaruniai kepintaran, bisa menguasai pengetahuan. Sayangnya, mereka enggan menuangkannya dalam tulisan. Apa mereka memang tidak suka menulis, atau enggak pede? Hmmm, entahlah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x