Mohon tunggu...
Dewi Fatimah
Dewi Fatimah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Fakultas Hukum

Selanjutnya

Tutup

Bola

Kerusuhan Suporter Arema FC Tewaskan 129 Orang, Ini Penyebabnya!

2 Oktober 2022   09:57 Diperbarui: 3 Oktober 2022   16:47 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kerusuhan ini terjadi setelah Arema FC mendapat kekalahan saat melawan Persebaya dalam laga BRI liga 1 2022/2023 di stadiun Kanjuruhan, Malang Jawa Timur  pada 1 oktober 2022.

Pertandingan dimulai pada pukul 20:00 hingga 22:00 wib di stadion kanjuruhan, malang Jawa Timur dengan skor 3-2.

Di stadion Kanjuruhan malang hanya di hadiri sekitar empat puluh ribuan penonton oleh suporter Arema FC dan Suporter Persebaya melakukan nonton bersama dari beberapa titik di Surabaya sesuai dengan kesepakatan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan insiden ini berawal dari rasa kekecewaan suporter Arema FC atas kekalahan tim kesayangan mereka pada laga pertandingan ini.


Setelah wasit meniup peluit panjang arti pertandingan selesai, para suporter Arema FC mulai masuk ke lapangan untuk mengungkapkan kekecewaan terhadap pemain dan pelatih.

" selama pertandingan berlangsung  tidak ada permasalahan, masalah terjadi usai pertandingan berakhir . Penonton kecewa melihat kekalahan Arema FC. Apalagi sebelumnya Arema FC tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding  dikandang sendiri melawan persebaya dalam beberapa tahun terakhir " kata Irjen Pol Nico Afianta pada saat press conference di Polres Malang, minggu dini hari (1/10/2022).

Keamanan melakukan beberapa upaya untuk mencegah kerusuhan melebar dan suporter mengejar para pemain, maka polri mengalihkan suporter dengan melemparkan gas air mata sehingga para suporter berhamburan keluar.

Banyaknya korban meninggal karena jatuh, terinjak-injak  sesak nafas dan kekurangan oksigen.

" suporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu sepuluh atau pintu dua belas sehingga terjadi penumpukan suporter.  Disaat proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen. Tim medis dan tim gabungan melakukan upaya pertolongan dan evakuasi ke beberapa  rumah sakit" kata Irjen Pol Nico.

Akibat kejadian ini, menjatuhkan ratusan korban jiwa dan beberapa kerusakan

" dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota polri. Meninggal di stadion ada 34 orang dan lainnya meninggal di rumah sakit dalam proses pertolongan, 180 orang masih dalam perawatan" lanjut Nico 

Ada 13 mobil yang rusak dalam kejadian ini, 10 diantaranya mobil dinas milik polri yaitu mobil patroli, mobil truk brimob, dan juga ada mobil pribadi.

Irjen Pol Nico mengatakan dari 40 ribu penonton yang berada di stadion tidak semuanya anarkis dan kecewa.

"dari 40 ribu penonton tidak semua anarkis dan kecewa, hanya sekitar 3000-an suporter yang turun ke lapangan sedangkan yang lain tetap di tribun stadion. Ujar Nico

Irjen pol Nico mengucapkan belasungkawa dan akan melakukan beberapa langkah - langkah ke depan untuk menghindari kejadian kejadian serupa.

Kejadian bermula ketika pertandingan selesai, ribuan suporter turun kelapangan.

Melihat banyak suporter turun kelapangan petugas keamanan polri dan TNI berupaya melakukan pengamanan.

Kemudian para suporter melakukan aksi lempar lemparan kepada petugas gabungan keamanan.

Karena jumlah petugas keamanan yang kalah banyak dengan jumlah suporter, sehingga menyulitkan petugas keamanan untuk mengendalikan suporter yang berkisar 3000-an orang membuat petugas keamanan mengeluarkan gas air mata.

Para suporter yang ada di lapangan dan di tribun menjadi panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri sehingga terjadilah desak desakan, baik perempuan maupun laki laki banyak yang jatuh hingga terinjak dan sesak nafas yang mengakibatkan  banyak korban jiwa berjatuhan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun