Mohon tunggu...
Devi Malanesa
Devi Malanesa Mohon Tunggu... mahasiswa ilmu komunikasi

just chill

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

New Normal dalam Perspektif Mahasiswa

18 Juli 2020   21:40 Diperbarui: 18 Juli 2020   21:34 121 2 0 Mohon Tunggu...

Sejak pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona. Berbagai cara dilakukan Indonesia untuk melawan pandemi Covid-19. Edukasi dan ajakan untuk stay at home, work from home, social distancing, physical distancing, penerapan PSBB, hingga lockdown lokal oleh masyarakat mewarnai kehidupan negara selama pandemi. Keadaan ini dilalui dengan masih banyaknya masalah yang menghambat penurunan laju infeksi Covid-19.

Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal. New normal artinya adalah kita menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasanya akan tetapi berdampingan dengan virus, hidup berdampingan bukan berarti kita menyerah akan tetapi kita harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi COVID-19.

New normal menurut saya merupakan salah satu jalan terbaik dari permasalahan yang ada karena waktu terus berjalan dan keseimbangan harus di jaga, dimana kita harus membiayai keperluan dan melewati hari-hari seperti biasa. Menurut saya yang membedakan new normal dengan hari-hari biasanya adalah kita hanya harus lebih menjadi manusia yang bersih dan menghargai satu sama lain.

Semenjak new normal berlangsung beberapa orang kembali ke aktivitasnya masing-masing tetapi ada ada juga yang tetap bertahan untuk berada di rumah saja sampai suasana kondusif karna mengingat pertumbuhan pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Bukan hanya saja di saat new normal menjaga kebersihan dan kesehatan diri memang sebuah keharusan untuk diri sendiri dan melalui tatanan baru ini masyarakat menjadi semakin peduli dengan diri sendiri dan orang lain.

Pemerintah Indonesia berupaya untuk secara bertahap membuka kembali toko, UMKM, kantor, sekolah, dan lain sebagainya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bagi mahasiswa penerapan new normal bisa jadi harapan.

Selama ini saya sebagai mahasiswa mendapatkan bimbingan melalui online dimana saya sangat yakin bahwa pemahaman yang disampaikan tidak sepenuhnya di pahami oleh seluruh mahasiswa begitu juga dengan saya apalagi untuk pelajaran yang mengharuskan praktik.

Akan tetapi new normal juga dapat menjadi sebuah ketakutan tersendiri untuk mahasiswa karena berada di dalam suatu tempat yang terdapat orang banyak tidak dapat dipungkiri juga akan mempermudah penyebaran virus tanpa kita sadari.

Sehingga dengan dibukanya kembali sekolah ataupun kampus berisiko meningkatkan penularan secara drastis, artinya kondisi ini belum aman bagi siswa maupun mahasiswa. Banyak terjadi penambahan kasus baru di beberapa negara setelah mereka memberlakukan new normal, salah satunya dengan membuka kembali sekolah seperti di Korea Selatan dan Swedia.

Berdasarkan hasil survei yang saya lakukan pada 28 Mei 2020, dari 53 mahasiswa yang mengisi kuesioner dapat diketahui bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik tentang new normal. Terkait kesiapan mahasiswa dalam menghadapinya, didapatkan 49% mengaku bimbang atas diberlakukannya new normal. Sedangkan, 32,1% siap dan sisanya 18,9% tidak siap dengan new normal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x