Mohon tunggu...
Desy Pangapuli
Desy Pangapuli Mohon Tunggu... Penulis - Be grateful and cheerful

Penulis lepas yang suka berpetualang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Televisi Analog Pensiun 2 November, Pastikan Televisi di Rumah Anda Siap

6 Oktober 2022   02:34 Diperbarui: 6 Oktober 2022   02:36 192 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://aceh.tribunnews.com/

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan suntik mati TV analog secara nasional akan tepat waktu pada 2 November 2022.  Semula analog switch off (ASO) dijadwalkan pada 5 Oktobber 2022.  Tetapi diundur atas permintaan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dengan memperhatikan kondisi kesiapan masyarakat Jabodetabek yang belum sepenuhnya beralih ke siaran digital.

"Masyarakat di DKI yang siap dengan [televisi] digital hanya 43 persen dan yang tidak siap dengan digital 57 persen, berdasarkan update Nielsen per 1 Oktober 2022," ungkap Ketua ATVSI Syafril Nasution, Selasa (4/10).  Dikutip dari: cnnindonesia.com

Di antara kurang sosialisasi atau ketidakpekaan masyarakat kita.  Tidak mudah memang untuk Indonesia memasuki era digital.  Sebab kemudahan digital kerap membuat kita lebih tertarik pada berita-berita yang kurang berbobot.  Sehingga terlewat pada kualitas, termasuk selama setahun lebih ASO sudah disosialisasikan.

Bisa jadi juga kita tidak peduli atau menganggap penting Analog Switch Off atau ASO menuju TV siaran digital, menjadi keputusan strategis yang akan mengubah wajah perkembangan komunikasi dan informasi di Indonesia.  Sebab, kebanyakan dari kita merasa cukup nyaman saja dengan menikmati 60 tahun siaran televisi (TV) menggunakan sistem analog.   Padahal tragis nggak sih, membayangkan jauhnya Indonesia tertinggal dalam penerapan teknologi siaran digital.

Sementara berdasar kesepakatan International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa pada 2006, batas akhir dihentikannya siaran analog (analog switch off/ ASO) kemudian penyiaran digital dilaksanakan sepenuhnya oleh seluruh negara anggota ITU adalah 17 Juni 2015.  Ironisnya Indonesia anggota aktif ITU sejak tahun 1949 dan selalu menjabat sebagai anggota Dewan ITU dalam 4 dekade terakhir sejak tahun 1982. 

Oleh karenanya sudah sepatutnya Indonesia bergegas, dan sejak setahun lebih ASO disosialisasikan kepada masyarakat.  Beberapa isu pun bersimpangsiur.  Salah satunya yang paling mencuat mengira berbayar.  Padahal ini gratis!  Ini hanyalah migrasi alias perubahan dari analog menjadi digital.

Apakah dengan migrasi TV digital harus ganti TV?  Maka jawabannya, tidak!

Kita pun dapat memastikan sendiri perangkat TV di rumah apakah sudah ada pilihan DTV.  Jika ada, berarti kita sudah bisa menerima siaran televisi digital.  Tetapi, bagi yang belum, maka cukup menambahkan dengan perangkat set-top-box (STB) lalu memasangnya pada TV yang dimiliki.

Berikutnya, pertanyaan di mana dibelinya STB?

Ini pun tidak perlu panik, karena STB mudah dibeli di sejumlah toko maupun e-commerce. Harganya beragam tergantung dengan merek yang dipilih, mulai dari Rp 150 ribu hingga berkisar Rp 350 ribu.  Namun pastikan membeli STB yang sudah bersertifikat Kominfo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan