Mohon tunggu...
Dere Linggau
Dere Linggau Mohon Tunggu... Freelancer - Kita bersaudara, jika bukan saudara seiman, kita saudara setanah air, Jika tidak setidaknya kita mempunyai hobi yang sama

Takdir bukan hukuman

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Serunya Mengikuti Kelas Kecantikan

19 April 2021   15:19 Diperbarui: 20 April 2021   13:43 651
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri : seorang teman belajar merias wajah teman lainnya

Dokpri : tampak depan kelas tata rias
Dokpri : tampak depan kelas tata rias

Instruktur yang humble dan kelas yang heboh
Baru kali saya mendapatkan seorang instruktur (baca: guru) yang perhatian selain guru TK saya sewaktu kecil 25 tahun yang lalu (tolong jangan hitung umur saya, yes i know saya udah tua) ternyata jarak umur beliau tidak jauh dengan saya dan beliau juga mengatakan di hari pertama bahwa beliau memang memilih peserta pelatihan yang umurnya tidak terlalu jauh dengan umurnya (info lagi : batasan usia yang bisa mengikuti pelatihan sampai umur 40 tahun dan tidak ada batasan pendidikan, semua jenjang pendidikan boleh ikut dari tamatan SD, SMP, SMA, S1, dan S2 jadi bisa dibayangkan bagaimana suasana kelas dengan beragam usia dan pendidikan).

Selain itu juga instruktur dibantu seorang asisten yang juga memiliki pengalaman di dunia kecantikan (umur asisten tersebut 10 kali lipat dibawah saya dan saya tersadar saya benar-benar terlambat mengenal tata rias ini, kemana saja saya selama ini?)


Minggu Pertama dan kedua : materi perawatan kulit
Ada yang berbeda ditahun ini, yaitu sejak dibukanya pelatihan (saya tidak tahu  sudah berapa puluh tahun pelatihan ini dibuka?) ini adalah pertama kalinya materinya tentang perawatan kulit (saya dapat info pelatihan sebelum-sebelumnya cara merias pengantin) mungkin mengikuti perkembangan zaman dimana sekarang skincare lebih diminati daripada riasan tebal yang menyita waktu dan saya pribadi lebih menyukai materi ini.

Untuk pertama sekali saya mengakui  bahwa cantik itu sakit setelah merasakan sakitnya saat menghilangkan komedo saya sampai menangis (baru komedo loh belum treatment lainnya) 

Hingga saya berniat berhenti makan gorengan, pokoknya apapun makanan yang di goreng dengan minyak jikapun ingin harus menggoreng sendiri karena lebih bersih (tidak pakai minyak jelatah) agar komedo tidak muncul lagi karena komedo muncul dari makanan berminyak yang kita makan (gaya hidup tidak sehat)

Tapi niat itu hanya wacana, iman saya goyah ketika melihat bermacam gorengan yang dijual di pinggir jalan... 

Jika ada yang bertanya "Apakah memakai skincare bisa ketergantungan?"

Jawabannya bisa ya bisa tidak

Perumpamaannya seperti ini jika kamu menyapu lantai hari ini maka akan bersih lalu cobalah untuk tidak menyapu selama dua atau tiga hari!!!

bagaimana? Lantai akan kotor kan?

nah begitulah dengan wajah kita yang yang setiap hari selalu terpapar debu polusi, rokok, sinar ultraviolet, dan lainnya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun