Mohon tunggu...
Dere Linggau
Dere Linggau Mohon Tunggu... Freelancer - Kita bersaudara, jika bukan saudara seiman, kita saudara setanah air, Jika tidak setidaknya kita mempunyai hobi yang sama

Takdir bukan hukuman

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kopdar Bersama 400 Bloger

24 Oktober 2020   12:10 Diperbarui: 24 Oktober 2020   12:28 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber dari media sosial Pak Didiet Maulana

Menjadi seorang kompasianer adalah sesuatu yang tak terduga sebelumnya, memang sih saya pernah membayangkan akan menjadi penulis blog tapi bukan di platform Kompasiana

Saya tipe orang yang suka nulis dengan emosi dan spontan, bagaimana dan sebanyak apapun kerangka draf yang disusun diawal tidak bisa saya lanjutkan sampai akhir, ketika akan dituangkan ke media sosial banyak tulisan yang berbeda

Dari draf yang telah disusun perparagraf dan juga kata-kata per kalimat juga jauh dari kesempurnaan EYD

Meski begitu saya tetap menulis karena saya suka, itu saja titik tanpa koma

Tahun 2019 awal pertama saya menjadi kompasianer karena syarat mutlak yang diberikan oleh mba Pipiet (pegiat literasi di Jogjakarta) ketika menghubungi saya untuk mengajak nobar (nonton bareng) sebuah film Indonesia terbaru yang baru rilis di bioskop adalah membuat feedback-nya berupa tulisan tentang film tersebut di Kompasiana. Saya yang belum mempunyai akun dengan segera membuat akun.

Setelah acara nobar semuanya tampak lebih mudah karena saat itu saya bertemu dengan beberapa admin Kompasianer area Jogja (@K-Jog) dan blogger lainnya, koneksi saya semakin bertambah. Disetiap ada kesempatan meliput saya selalu mengusahakan untuk ikut dan salah satu kopdar (kopi darat) terbesar yang saya ikuti adalah Acara roadshow yang diadakan oleh bank Indonesia di beberapa kota besar di Indonesia dan salah satunya adalah Jogjakarta.

Walaupun hanya sebagai tim hore-hore tetapi pengalaman ini adalah yang paling berkesan

Temanya saat itu adalah makro prudensial aman terjaga, dijelaskan bahwa Indonesia dan dunia mengalami krismon (krisis moneter) terparah pada tahun 1998 dan kembali ditahun 2008 mengalami krisis tetapi karena belajar dari pengalaman seperti pepatah sedia payung sebelum hujan maka Indonesia dapat bertahan.

Dan kini ditahun 2020 Indonesia katanya menuju jurang resesi

Sangat sulit untuk sebuah negara (bukan hanya Indonesia) bertahan di tengah pandemj seperti sekarang dan ini juga menjadi ujian untuk satu tahun pertama pemerintahan Jokowi

Lah kok, kenapa pembahasannya malah jadi berat? Oke kembali ke cerita tentang Jogja, acara kopdar itu dihadiri lebih dari 400 peserta yang terdiri dari penulis blog, narasi dan mahasiswa jurusan ekonomi dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta


Jika ditanya didalam foto apakah ada saya? Jawabannya adalah tidak ada karena saat itu setelah materi disampaikan narasumber saya lebih memilih mengantri prasmanan yang salah satu menunya menyediakan sate kambing serta jajanan pasar lainnya maklum anak kost rantauan tidak bisa melihat makanan enak

Di ujung acara ada Grand prize berhadiah baju rancangan desainer batik ternama dari mas Didiet Maulana yang juga saat itu menjadi narasumber (kalau saya tidak salah ingat, kalau salah maafkan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun