Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Freelancer

Penyuka Sepakbola dan Penulis Gadungan, Cinta Indonesia. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Juara Premier League adalah Harga Mati Bagi Manchester City

22 April 2019   00:02 Diperbarui: 22 April 2019   00:06 75 3 0
Juara Premier League adalah Harga Mati Bagi Manchester City
Phil Foden (Man. City) cetak gol ke gawang Spurs di pekan 35 Premier League 2018/19. (Skysports.com)

Setelah terdepak dari Liga Champions, maka misi The Citizen adalah juara di Premier League. Tidak mudah. Namun, itulah yang tersisa dari misi Man. City di musim ini. Apalagi juara di Premier League dapat menjadi obat pelipur lara setelah disingkirkan oleh sesama kontestan Premier League, Tottenham Hotspur.

Sebenarnya Manchester City diunggulkan saat itu (perempat final Liga Champions) dibandingkan Tottenham Hotspur. Namun, sepakbola tetaplah harus ditentukan dengan 90 menit pertandingan. Sehingga, hasilnya tetaplah mengikuti apa yang sudah terjadi di lapangan.

Ya, Tottenham Hotspur justru mampu menyingkirkan City, meski mereka kalah di laga itu. Namun, skor 4-3 plus 1 gol di laga pertama, sudah cukup untuk mengantarkan The Lily Whites melenggang ke semifinal dan bertemu klub kuda hitam lainnya, Ajax Amsterdam.

Hasil itulah yang membuat Manchester City harus segera tancap gas di setiap pertandingan tersisa di Premier League musim ini. Hal ini dapat terlihat di laga lanjutan Premier League pekan ke 35 yang mempertemukan lagi skuad Biru Langit dengan Si Putih dari London Utara.

Rematch itu berakhir kembali dengan kemenangan tipis 1-0. Namun, jika dilihat dari gol yang tercipta saat itu (20/4) terlihat sekali jika City ingin segera memastikan tiga poin di laga tersebut. Gol yang dicetak Phil Foden itu terjadi di menit kelima. Artinya, Manchester City langsung tancap gas di laga tersebut.

Suatu hal yang sebenarnya juga terjadi di Liga Champions. Hanya, yang membuat City terlihat nahas adalah keberadaan aturan gol tandang dan VAR. Ya, gol tandang adalah situasi yang sulit, ketika Spurs juga mampu mencetak gol di Etihad Stadium. Sedangkan City tidak mampu mencetak satu gol pun di White Hart Lane. Sehingga, ketika Spurs mampu mencetak 3 gol, maka City harus mencetak minimal lima gol.

Situasi ini sebenarnya sudah sesuai dengan harapan. Gol kelima pun sebenarnya terjadi. Namun keberadaan Video Assistant Referee (VAR) membuyarkan pesta gol tersebut. City pun akhirnya angkat koper di kandang sendiri.

Hal ini membuat Manchester City harus bertekad kuat untuk membidik Liga Inggris. Meskipun di satu sisi ada ganjalan lagi. Yaitu kesengitan Liverpool untuk tetap berada di pacuan cepat dan kebetulan masih bisa unggul sekitar 2 poin (update terbaru poin Liverpool adalah 88 dengan 35 pertandingan). Sedangkan Manchester City diuntungkan dengan tabungan satu pertandingan tunda. Sehingga, jika City sukses sapu bersih dan Liverpool tergelincir di satu laga, bisa dipastikan bahwa City dapat menjadi juara.

Namun, lagi-lagi sepakbola tidak bisa diprediksi secara akurat. Sehingga, apa yang dapat terjadi di skuad asuhan Pep Guardiola ini hanya bisa ditentukan dengan performa mereka yang seharusnya lebih siap untuk totalitas menyelesaikan musim di Premier League dengan manis. Karena, hanya tinggal Premier League-lah misi mereka musim ini. Sedangkan Liverpool masih harus membagi fokus untuk dapat menjalani misi besar mereka, yaitu kembali ke final Liga Champions.

Mampukah City kembali juara Premier League?

Malang, 21 April 2019
Deddy Husein S.