Mohon tunggu...
Dea Ayu
Dea Ayu Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Sekolah

mahasiswa yang sedang mengisi waktu luang untuk menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Rumah Terbaik untuk Pulang

26 September 2022   08:25 Diperbarui: 26 September 2022   08:25 254
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto dari: Anna shevchuk, pixels.com

"hmm, apa kalian saling mengenal?" tanya Valene sambil menatap aku dan Irwan bergantian.

"ah iya, dia temanku. Lama tak berjumpa Irwan." mulutku bergetar kala menyebut namanya. inikah balasan kesetiaanku padanya?

"sepertinya aku harus pergi, aku sedang ada urusan mendadak. Mungkin lain kali aku akan menginap dirumahmu." pamitku pada Valene.

Valene tampak tak curiga dengan gelagatku. Syukurlah, aku segera pergi meninggalkan rumah Valene. Aku berlari kembali ke dermaga, tangisku pecah seketika. Aku menangis tersedu-sedu. Penghianatan Irwan membuat ku sakit.

"Intan.." aku menoleh ke sumber suara, dan mendapi irwan.

"tolong dengarkan penjelasanku."

"sudah tak apa, aku tak marah padamu." kuusap air mataku dengan punggung tangan..

"bapakku punya hutang pada keluarga Valene, dan tidak bisa membayar. Mereka mengancam memenjarakan bapak. Satu-satunya jalan adalah aku harus menikahi Valene yang sedang hamil. Anak tadi bukanlah darah dagingku."

Aku mendengar penjelasannya dengan seksama. Meski kenyataannya Irwan tak berniat menghianati cintaku, tapi tetap saja, aku sakit dibuatnya.

"kita memang tak berjodoh."

"tidak Intan, aku sangat mencintaimu." Irwan mendekat hendak memelukku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun