Mohon tunggu...
Hendrikus Dasrimin
Hendrikus Dasrimin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Scribo ergo sum (aku menulis maka aku ada)

Kunjungi pula artikel saya di: (1) Kumpulan artikel ilmiah Google Scholar: https://scholar.google.com/citations?user=aEd4_5kAAAAJ&hl=id (2) ResearchGate: https://www.researchgate.net/profile/Henderikus-Dasrimin (3)Blog Pendidikan: https://pedagogi-andragogi-pendidikan.blogspot.com/ (4) The Columnist: https://thecolumnist.id/penulis/dasrimin

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

3 Strategi Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik

22 Juli 2022   15:50 Diperbarui: 24 Juli 2022   16:06 565
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Hal yang sama bisa dilakukan kepada siswa misalnya dengan memberi selamat pada siswa yang berprestasi, selalu mengucapkan salam dan terimakasih, dan terus melakukan motivasi, misalnya melalui "program motivasi pagi". 

Praktisnya, setiap pagi kepala sekolah bisa memberikan pengarahan antara lain memotivasi siswa dan para guru untuk meningkatkan kinerja, prestasi dan berkarakter.

Para guru, yang sangat dekat dengan siswa hendaknya memiliki teladan hidup yang baik agar menjadi contoh hidup bagi para peserta didik. Sesuai dengan hakikatnya sebagai guru, yang diguguh dan ditiru, para pendidik tidak hanya berfungsi sebagai pengajar tetapi terutama menujukan teladan hidup yang baik dalam praktik hidup sehari-hari. 

Bentuk keteladanan yang dilakukan oleh para guru di sekolah misalnya dengan memberikan salam kepada orang yang dijumpai, berpakaian rapi, dan disiplin waktu.

Demikian pula orangtua dan seluruh stakeholder, hendaknya menjadi teladan bagi para peserta didik. Keteladanan ini sangat diperlukan dalam ketiga wahana pendidikan, yaitu di lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah sebagai lingkungan yang harus diciptakan normatif. 

Pembentukan disiplin pada peserta didik hanya akan efektif apabila kepala sekolah, guru, orangtua, dan masyarakat menjadi teladan dalam disiplin. Mereka merupakan figur yang hendaknya dijadikan tokoh panutan oleh peserta didik.

c. Penguatan Lingkungan

Nilai-nilai karakter siswa harus diperkuat oleh penataan lingkungan dan kegiataan-kegiatan di lingkungan sekolah. Penataan lingkungan di sini antara lain dengan menempatkan banner atau spanduk-spanduk yang mengarah dan memberikan dukungan bagi terbentuknya suasana kehidupan sekolah yang berkarakter (Sudrajat, 2011). 

Menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan bagi anak sangat dibutuhkan karena sangat mendukung penguatan karakter peserta didik. 

Hal tersebut memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembentukan emosi positif anak sehingga dapat mendukung proses pembentukan empati, cinta, dan akhirnya hati nurani atau batin siswa.

Lingkungan yang dimaksudkan untuk mendukung kedisiplian peserta didik, tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah melainkan lingkungan keluarga di mana anak lebih banyak memiliki waktu untuk berada di rumah. Dengan demikian perlu ada kerja sama yang baik dari pihak sekolah dan pihak keluarga. 

Menurut Lickona (2012: 65) penciptaan kondisi atau suasana yang kondusif juga dimulai dari kerjasama yang baik antara sekolah dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu pihak sekolah dan keluarga harus dapat bekerja sama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun