Mohon tunggu...
Danu Supriyati
Danu Supriyati Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis lepas

Ibu rumah tangga yang tadinya berprofesi sebagai guru formal. Memilih resign untuk menjadi madrasah bagi anak - anak di rumah dan menekuni dunia literasi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Takluknya Hilir Sungai

22 September 2022   18:14 Diperbarui: 22 September 2022   18:34 72 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Takluknya Hilir Sunga // Danu Supriyati

lambar pencakar langit erat mencengkeram
membusungkan angkuhnya bidang dada
bersahabat dengan nyali-nyali tajam
melumpuhkan batur cadas di bawahnya
menggempur arus siang malam
memindai draf-draf yang penuh skema
tenggelam dalam jurus mematahkan alam
menyelam dalam dinamika penuh kerangka

urat nadi sungai bertarung dengan ambisi
abjad-abjad tersurat dalam paraf akta
memancing amukan gelombang abrasi
abai pada pekik-pekik pilu pemilik nyawa
melumat habis habitat koloni ampibi
mencabik ekologi sebatas teori belaka
bersembunyi pada darma dan dedikasi
memanggul gegabah dalam strata tahta

muara terus menunggu deru hilir tanpa jemu
anak cucu arus yang terhalau pongah manusia
tanggul-tanggul tangguh memikul malu
pada sungai-sungai yang tak lagi merdeka
takluk pada kemegahan pagar bait batu
bisik gemericik menyisakan salindia
bersandar pada sanubari yang membeku
akal pikir tergadai pada penguasa reksadana

Kebumen, 21 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan