Mohon tunggu...
Daniel Mashudi
Daniel Mashudi Mohon Tunggu... Kompasianer

Lifelearner. E-mail: daniel.mashudi@yahoo.com Twitter, IG: @samLeinad

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama FEATURED

Becak, dari Moda Transportasi hingga Media Kampanye

14 Juni 2013   12:49 Diperbarui: 19 Januari 2018   15:56 454 10 9 Mohon Tunggu...
Becak, dari Moda Transportasi hingga Media Kampanye
Foto: Tribunnews.com

Sebagian besar rekan-rekan kompasianer tentunya hafal dan bisa menyanyikan lagu ciptaan almh. Saridjah Niung Bintang Soedibjo (Ibu Soed) yang berjudul "Hai Becak" tersebut. 

Lagu ini termasuk salah satu lagu anak-anak yang populer dan sering dinyanyikan ketika saya duduk di bangku TK atau SD. Liriknya yang sederhana dan mudah diingat serta iramanya yang riang membuat Hai Becak menjadi salah-satu lagu favorit anak-anak.

Saya mau tamasya berkeliling-keliling kota Hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda: "Becak, becak, coba bawa saya!"

Berbicara soal becak, maka bayangan kita langsung menuju kepada sebuah alat transportasi beroda tiga yang sering dijumpai di banyak tempat di Indonesia. Untuk bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh, menumpang becak bisa menjadi salah satu alternatif kendaraan yang dipakai. 

Bagi warga Jakarta, kehadiran becak mungkin sudah jarang atau tidak bisa ditemukan lagi. Sekitar akhir tahun 1980-an becak memang dilarang beroperasi di Jakarta karena dianggap menimbulkan kemacetan.

Becak di Malioboro, Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)
Becak di Malioboro, Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)
Becak di salah satu jalan di Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)
Becak di salah satu jalan di Yogyakarta (Dokumentasi Pribadi)
Di kota-kota di Pulau Jawa, becak biasanya dikayuh oleh pengemudi yang duduk di bagian belakang. Sementara bagian depan kendaraan beroda tiga tersebut difungsikan untuk mengangkut penumpang yang memiliki kapasitas dua orang, atau bisa juga untuk mengangkut barang seperti hasil pertanian, barang belanjaan, dan lain-lain.

Di Yogyakarta misalnya, becak bisa dengan mudah ditemukan di berbagi sudut jalan kota budaya tersebut. Berkeliling jalan-jalan di Yogyakarta dengan menumpang becak memang memiliki kenikmatan sendiri. 

Dengan lajunya yang tidak terlalu kencang, kita bisa bersantai sambil menikmati setiap sudut jalanan Yogyakarta. 

Cobalah nikmati kekhasan Jalan Malioboro, menuju ke arah Keraton dan kemudian menuju Taman Sari dengan menumpang becak. Ada sensasi tersendiri yang akan kita rasakan.

Becak motor di Medan (Dokumentasi Pribadi)
Becak motor di Medan (Dokumentasi Pribadi)
Becak kayuh di Medan (Dokumentasi Pribadi)
Becak kayuh di Medan (Dokumentasi Pribadi)
Bentuk becak di Sumatera berbeda dengan di Jawa. Di pulau yang berada di bagian barat Indonesia ini, pengemudi becak tidak duduk di bagian belakang seperti yang sering dijumpai di Jawa. 

Di kota Medan misalnya, tempat untuk pengemudi becak berada di samping kanan penumpang. Becak jenis ini sendiri bisa dibedakan lagi menjadi dua jenis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x