Mohon tunggu...
dagri meifardo
dagri meifardo Mohon Tunggu... Lainnya - PNS

Penulis adalah pegawai negri aktif di kementeri/lembaga , tulisan ini sebagai upaya turut aktif dalam mengembakankan kemampuan literasi

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Strategi Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi Covid-19

9 Oktober 2020   23:32 Diperbarui: 11 Oktober 2020   17:46 690
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Strategi Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah Pandemik COVID-19

By Dagri Meifardo

Tulisan ini dibuat dengan data pada kuartal 2 tahun 2020

Pandemik Berdampak pada Semua Sektor

Coronavirus Disease atau yang dikenal dengan akronim COVID-19 pertama kali dideteksi memasuki Indonesia pada tanggal 2  Maret 2020 yang didapati pada 2(dua) orang yang terkonfirmasi tertular dari seorang Warga Negara Jepang yang terkonfirmasi Positif pada tanggal 9 April, yang sebarannya telah terjadi i 34 Provinsi di Seluruh Indonesia

Berdasarkan Data dari Situs Resmi COVID-19 bahwa pada posisi Tanggal 30 Agustus 2020 telah tercatat 172.053 Orang terjangkit  dengan penambahan jumlah kasus 2.858 kasus dan berada dalam Posisi ke-2  di Asia Tenggara setelah Filipina, adapun jumlah pasien yang terkonfirmasi dalam perawatan 23,6%, dengan tingkat kesembuhan sebesar 72,2 %  sedangkan pasien Meninggal sekitar 4,3%.

Keadaan ini berdampak secara signifikan pada hampir seluruh sektor terutama Sektor Kesehatan demikian juga pada Sektor Ekonomi, mengutip data dari Kompas.com yang menyitir penjelasan Laporan Badan Pusat Statistik  bahwa pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuatral II mengalami negatif sampai dengan minus 5,32 %  untuk Pertama kalinya sejak 2018

Indikator Makro Pertumbuhan Menjadi Negatif

Sumber: bps.go.id
Sumber: bps.go.id
Pertumbuhan Negatif ini ditandai dengan Indikator Makro pada Eksport dan Import dimana Eksport Indonesia Mengalami Penurunan yang cukup lumayan sampai dengan 9,90% sedangkan Import mengalami Penurunan hingga 32,55% hal ini mengisyaratkan tentang turunnya kemampuan Produksi juga lemahnya daya Beli Pemerintah , namun pada sektor Pertanian masih menggembirakan karena masih bertumbuh secara Positif pada Triwulan II ini dengan pertumbuhan 2,80% dengan Total PDRB sebesar Rp.437,33 Triliun.

Demikian halnya dengan Eksport hasil Pertanian yang masih bertumbuh secara Positif dengan pertumbuhan 9,67% , diikuti dengan pertumbuhan Eksport Sektor olahan Pertanian yang juga mampu bertumbuh 5,32%, sektor ini yang masih memberikan harapan untuk dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi ke arah yang Positif pada Kuartal 3.

Indikator Ekonomi Makro lainya yang menggambarkan tingkat Daya Beli Masyarat yang melemah adalah ditandainya dengan terjadinya Deflasi Indeks Harga Produsen pada Kuartal 2 tahun 2020 dengan angka Deflasi 1,44%.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun