Mohon tunggu...
Nur Terbit
Nur Terbit Mohon Tunggu... Jurnalis - Pers, Lawyer, Author, Blogger

Penulis buku Wartawan Bangkotan (YPTD), Lika-Liku Kisah Wartawan (PWI Pusat), Mati Ketawa Ala Netizen (YPTD), Editor Harian Terbit (1984-2014), Owner www.nurterbit.com, Twitter @Nurterbit, @IniWisataKulin1, FB - IG : @Nur Terbit, @Wartawan Bangkotan, @IniWisataKuliner Email: nurdaeng@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

Lirik "Potong Bebek Angsa" Diplintir, Indonesia Krisis Lagu Anak

16 Agustus 2021   23:27 Diperbarui: 16 Agustus 2021   23:41 890
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saya dan istri dalam suatu seminar lagu anak Muslim di MUI Pusat (foto dok Nur Terbit)

Suatu waktu pada Rabu 31 Oktober 2018 silam di gedung MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, digelar "Meeting Forum Musisi - Ulama" yang digelar Komisi Pembinaan Seni Dan Budaya Islam (KSBI) MUI mengambil tema "Seni Musik Sebagai Bahasa Dakwah Di Era Millenial".

Maka ketika Dwiki Darmawan, musisi yang malang-melintang di arena festival dalam dan luar negeri, dicecar pertanyaan seorang blogger sebagai peserta pertemuan, keresahan saya selama ini seolah sudah terwakili.

"Apa sebegitu krisisnya kita di Indonesia akan lagu anak? Kemana musisi kita? Boro-boro menciptakan lagu anak, lagu anak yang ada dan sudah melagenda saja, mereka rusak," tanya teman blogger itu kepada Dwiki Darmawan.

Dwiki Darmawan terlihat tersenyum kecut. Dia menarik napas panjang, sebelum menjawab pertanyaan teman blogger.

Saya dan istri dalam suatu seminar lagu anak Muslim di MUI Pusat (foto dok Nur Terbit)
Saya dan istri dalam suatu seminar lagu anak Muslim di MUI Pusat (foto dok Nur Terbit)

Sebagai orang tua -- yang sudah punya anak bahkan cucu -- jelas juga saya resah. Kebetulan, saya juga guru dan  pengelola lembaga pendidikan anak usia dini (TK dan PAUD) di Kota Bekasi, Jawa Barat, sedikit banyak biasa melihat anak usia dini bernyanyi. Sayangnya bukan lagi lagu khusus anak TK yang selama ini kami ajarkan, tapi sudah lagu dewasa.

Coba deh dengar salah seorang murid TK PAUD bernyanyi sambil bermain di kelas saat jam istirahat. Perhatikan liriknya. Anda tentu kaget, apalagi gurunya yang selama ini merasa tidak mengajarkan lagu dewasa dan "jorok" itu.

"Cintaku klepek-klepek sama dia, cintaku klepek-klepek sama dia". Atau, lagu yang berlirik kata "sayang", "pacar gelap", "istri simpanan", "jandamu", atau yang lebih serem lagi, ada lirik lagu bercerita tentang "pacar menghamiliku". Naudzubillah.

Seperti apa yang pertanyakan seorang blogger kepada Dwiki Darmawan,  boro-boro musisi menciptakan lagu anak, lagu anak yang ada dan sudah melagenda saja, mereka rusak.

Contohnya lagu "Potong Bebek Angsa" di atas. Saya kurang tahu siapa penciptanya. Tapi cukup melagenda. Pernah dengar gak? Ini lagu cukup populer dan familiar bagi anak TK sejak dulu. Syair atau liriknya "dipreteli". Dari lirik "Potong Bebek Angsa" menjadi "Potong Bebek Jomblo" seperti pada kata pembuka tulisan ini.

"Potong bebek angsa/ Angsa di kuali/ Nona minta dansa/ Dansa empat kali/Sorong ke kiri/ Sorong ke kanan/ Lalalalalalalalalaaaa...".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun