Mohon tunggu...
PRIADARSINI (DESSY)
PRIADARSINI (DESSY) Mohon Tunggu... Buruh - Karyawan Biasa

penikmat jengQ, pemerhati jamban, penggila serial Supernatural, pengagum Jensen Ackles, penyuka novel John Grisham, pecinta lagu Iwan Fals, pendukung garis keras Manchester United ....................................................................................................................... member of @KoplakYoBand

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Ingin Punya Reksadana dengan Dana Minim, Mungkinkah?

3 November 2020   10:00 Diperbarui: 3 November 2020   10:43 376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Materi webinar-Dokumentasi pribadi)

Dan teknologi perbankan mengalami kemajuan secara cepat. Di tahun 2012 saya pun mendaftar mobile banking. Sekali lagi ini sangat mempermudah urusan finansial saya. Kini semua ada di genggaman. Di mana aja dan kapan aja bisa transaksi.

Dalam perencanaan kami, di bulan April 2020 berniat merenovasi rumah, dengan rencana anggaran yang cukup besar. Kami punya sedikit simpanan dan rencananya juga dengan tambahan pinjaman dari bank.

Tapi rencana tinggal rencana tetiba di bulan Maret 2020 pandemi global. Awalnya kami masih santai, setelah 2 minggu #bekerjadirumahaja tampaknya sudah kembali normal. Ternyata diperpanjang hingga 3 bulan. Tapi masih optimis, semua berakhir di bulan Juni 2020.

Semakin hari, saya tidak melihat titik terangnya. Melewati 3 bulan pandemi, pendapatan mulai menurun.

Saya punya usaha dagang online, yang kalau bulan puasa panen, selama Ramadan kemarin pembeli bisa di hitung dengan jari.

Tampaknya renovasi rumah, bukan lagi perencanaan jangka pendek. Karena kemungkinan bila kondisi ekonomi belum juga membaik, uang tabungan bisa terpakai.

Di masa tak menentu ini kami mulai berpikir untuk merencanakan kembali keuangan kami. Harus mulai berpikir untuk investasi.

Sebelumnya sejak 2010, setiap kami punya uang lebih, kami investasi dengan membeli logam mulia. Tapi di masa sekarang, logam mulia terasa mahal sekali, malah mungkin lebih baik jual logam mulia daripada beli. Jadi kami mulai tertarik untuk mencoba investasi reksadana.

Namun tampaknya urusannya sulit, dan harus banyak nominalnya. Tentu di masa sekarang ini menyisihkan uang dalam jumlah besar itu nggak mungkin. Maunya ada bank yang bisa ikutan reksadana minimal Rp 100.000. Juga maunya nggak pakai repot-repot ke bank, isi form ini itu, cukup dari mobile banking saja.

Kami sudah sering cari-cari informasi tentang ini, selain belum nemu yang sesuai keinginan juga masih rada bingung dan takut. Karena di mobile banking yang saya punya tidak ada fasilitas untuk investasi reksadana.

(Materi webinar-Dokumentasi pribadi)
(Materi webinar-Dokumentasi pribadi)
Sampai akhirnya saya mengikuti webinar Kopiwriting Kompasiana bersama Maybank yang menambah pengetahuan literasi keuangan saya, khususnya terkait aplikasi M2U dari Maybank.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun