Mohon tunggu...
Ignasia Kijm
Ignasia Kijm Mohon Tunggu... Wiraswasta - Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Senang mempelajari banyak hal. Hobi membaca. Saat ini sedang mengasah kemampuan menulis dan berbisnis.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Millenial, Jangan Tunda Investasi Properti

28 Februari 2019   23:32 Diperbarui: 1 Maret 2019   00:34 1213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

1. Properti adalah jenis investasi yang tertua dan terlama di dunia.

Pemikiran orangtua jaman dulu itu simple. Beli tanah atau sawah. Saat butuh uang untuk kuliah anak, tanah itu dijual. Persiapannya sudah ada, tidak kesulitan mencari pinjaman uang. Cara itu dinilai paling mudah. Dalam waktu lama sekalipun wujud properti itu tetap terlihat.

2. Properti bisa diturunkan ke anak kalau kita tidak ingin memakainya.

Contohnya, rumah bisa diserahkan saat anak dewasa atau diwariskan. Bisa juga disewakan.

3. Harga.

Dari tahun ke tahun harga properti terus meningkat, apalagi jika lokasinya strategis. Sebagai contoh kawasan Serpong. Delapan tahun lalu harga rumah dengan dua kamar tidur Rp 350 juta. Kini harganya melambung menjadi di atas Rp 1 miliar. Bayangkan berapa harga rumah itu 10 tahun mendatang!

4. Perburuan properti terus meningkat.

Kemacetan di Jakarta yang semakin menggila dari hari ke hari membuat mereka yang tinggal di daerah penyangga, seperti Bekasi dan Tangerang berpikir ulang. Bayangkan berapa jam waktu yang harus dihabiskan menuju kantor. Oleh karena itu,  kebutuhan properti apartemen terus bertambah. Bahkan saat ini apartemen di pusat kota jauh lebih favorit dibandingkan rumah di daerah penyangga.

Tertarik berinvestasi di bidang properti? Golden rules dalam memilih properti berikut patut diperhatikan:

1. Lokasi

Beberapa tahun yang lalu pemilihan lokasi properti disesuaikan dengan budget. Sebagian besar properti dengan harga yang terjangkau terletak di kawasan penyangga Jakarta. Permasalahan utama ibukota adalah kemacetan. Orang butuh tempat tinggal yang dekat dengan pusat bisnis di tengah kota.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun