Mohon tunggu...
Muzamil Misbah
Muzamil Misbah Mohon Tunggu... Freelancer - Orang biasa yang gemar baca buku, makan dan jalan-jalan

Sarjana Ekonomi Universitas Negeri Malang, suka menulis tentang ekonomi dan puisi, pegiat literasi keuangan

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Strategi Cerdas Generasi Z dalam Membeli Properti

27 April 2024   12:00 Diperbarui: 27 April 2024   12:02 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi property. sumber: freepik

Generasi Z, kelompok individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, telah menjadi bagian integral dari perubahan sosial, budaya, dan ekonomi di era digital ini. 

Salah satu impian yang seringkali menghiasi pikiran mereka adalah memiliki rumah sendiri. Namun, di tengah tantangan ekonomi yang kompleks, bagaimana mereka dapat mewujudkan impian tersebut?

Tantangan Ekonomi Bagi Generasi Z

Dalam lingkungan ekonomi yang berubah dengan cepat, Generasi Z menghadapi sejumlah tantangan yang unik. 

Salah satunya adalah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti pandemi global, perubahan teknologi, dan ketidakstabilan politik. 

Selain itu, harga properti yang terus meroket, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, membuat pembelian rumah semakin sulit bagi generasi ini.


Sebagai contoh, sebuah rumah di daerah elit seperti Pondok Indah dapat memiliki harga mencapai 60 juta per meter persegi. 

Dengan demikian, untuk memiliki rumah seluas 100 meter persegi, diperlukan dana sebesar 6 miliar. Angka ini tentu saja sangat besar, terutama jika dibandingkan dengan gaji rata-rata Generasi Z yang hanya beberapa juta rupiah per bulan.

Menyewa Rumah atau Membeli?

Di tengah keterbatasan finansial, beberapa Generasi Z lebih memilih untuk tinggal di rumah sewa daripada membeli rumah sendiri. 

Alasan di balik keputusan ini bisa bervariasi, mulai dari ketidakmampuan finansial hingga keinginan untuk fleksibilitas dan mobilitas yang lebih besar.

Selain itu, ada juga influencer dan sumber-sumber media sosial yang mengajarkan bahwa sewa rumah jauh lebih menguntungkan daripada membeli. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun