Mohon tunggu...
Cipto Abuhylmi
Cipto Abuhylmi Mohon Tunggu... -

Belajar memotret peristiwa dan disajikan dalam bentuk narasi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Internet Sehat, Cegah Bahaya Pornografi

2 Desember 2013   17:34 Diperbarui: 24 Juni 2015   04:24 54
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

SERPONG – Tingkat pornografi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, sudah banyak korban berjatuhan dari kalangan remaja akibat pornografi. Karena itu perlu ada penanganan yang serius dari pemerintah agar generasi muda bisa terbebas dari ancaman bahaya pornografi.

“Internet tidak sehat harus dilarang karena sangat berbahaya bagi masyarakat, tapi untuk mencegah krisis pornografi ini harus dari atas agar lebih efektif, demikian dikatakan Direktur Jendral Aptika Kemkominfo, Riki Arif G saat diskusi “Internet Sehat” di Rumah Makan Cibiuk, Serpong, akhir pekan lalu.

Riki mengatakan, salah satu media pemicu pornografi adalahkegiatan diwarnet yang hampir beroperasi 24 jam, bahkan ada anak sekolah yang pulang sekolah langsung pergi ke warnet dan betah berlama-lama.

Menurutnya, sulit membendung anak-anak usia SMP dan SMA agar tidak mengakses situs pornografi. Karena itu, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dia mengajak masyarakat agar menggunakan internet dengan sehat dan aman. “Sehat artinya bisa memfilter dari akses yang tidak baik seperti judi, porno dan kekerasan,” kata Riki.

Riki mengungkapkan, pihak Kemkominfo sebenarnya sudah memfilter ratusan ribu situs porno, tapi ketika menghapus satu situs porno akan tumbuh ribuan situs porno lainnya. Bahkan, sekitar tahun 2010 Kemkominfo pernah menerapkan sistem DSN (domain name system) blacklist dan DSN white list yaitu sistem yang bisa memblokir semua situs porno, dan hanya menampilkan situs yang positif saja.

“Tapi tidak berlangsung lama karena Kemkominfo didemo sebagian komunitas dan presiden meminta menghentikannya,” ujar Riki.

Aplahunnajat, Kepala Bagian Pengelolaan Teknologi Informasi (PTI) Pemkot Tangsel yang hadir dalam acara ini mengatakan, sebaik apapun perangkat kalau menggunakannya tidak untuk hal positif maka jadi tidak efektif. Seperti penggunaan gadget pada anak-anak kita itu tidak bisa dihindari. Namun satu hal yang perlu kita cermati adalah masalah potensi bahaya internet. Tapi, masih banyak yang belum menyadari dari bahaya internet tidak sehat ini.

“Masih banyak di luar yang belum menyadari. Dan kita harus menyadarkan bahwa (internet tidak sehat) itu masalah. Kita yang sudah tahu saja harus memformulasikan bagaimana menangani tantangan yang begitu sulit, tapi harus dihadapi agar bisa mengurangi bahkan mencegah bahaya pornografi,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Tangsel sedang berbenah untuk penyelenggaraan teknologi informasi (IT). Dia berharap sosialisasi internet sehat tidak hanya masalah pornografi saja, tapi juga modus-modus penipuan di internet lainnya, sehingga masyarakat bisa lebih waspada. Dia mengaku akan bekerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel agar bisa bersinergi untuk sosialisasi internet sehat.

Kita akan bentuk suatu tim konselinguntuk sosialisasiinternet sehat bagi anak-anak,” ungkap pria yang akrab disapa Najat ini.

Sementara itu, Arif Wahyudi, Anggota Komisi I DPRD Kota Tangsel yang menjadi moderator acara ini mewacanakan, agar di buat Perda yang bisa meredam bahaya pornografi di Kota Tangsel, seperti setiap sekolah wajib untuk membuat filter akses situs yang tidak baik. menurutnya, larangan pelajar tidak boleh masuk mall saat berseragam sekolah itu bisa dilakukan, tentunya aturan untuk mencegah bahaya pornografi seharusnya bisa diterapkan.

“Diskusi ini (internet sehat) adalah diskusi yang ilmiah, lalu bagaimana untuk melakukan sosialisasi kajian ini perlu payung-payung darurat. Dan bagaimana agar sosialisasi ini bisa menyadarkan masyarakat. Karena dampak pornografi bukan hanya kalangan muda saja, tapi juga kalangan tua,” jelas politisi PKS ini.

Siti Chadijah, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel sepakat dengan sosialisasi internet sehat sebagai upaya untuk membangun kesadaran karena bahaya pornografi sudah pada posisi darurat. Apalagi Kota Tangsel kini berusia 5 tahun, mungkin Pemkot perlu menggandeng PT Telkom untuk sosialisasi internet sehat. Tidak hanya itu, untuk mencegah bahaya pornografi dimungkinkan agar dibuat muatan lokal yang fokus pada IT dan internet sehat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun