Mohon tunggu...
Cindy Carneta
Cindy Carneta Mohon Tunggu... Mahasiswi Psikologi

Saya merupakan seorang mahasiswi jurusan Psikologi yang sedang menempuh pendidikan S1 pada sebuah universitas yang terletak diwilayah Jakarta Barat, yakni BINUS University. Email: cindy.carneta@binus.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Jangan Biarkan Kesehatan Psikismu Korban "Toxic Relationship"

4 Juni 2020   02:54 Diperbarui: 23 Juni 2020   02:52 362 23 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan Biarkan Kesehatan Psikismu Korban "Toxic Relationship"
Ilustrasi seorang wanita yang terjebak dalam toxic relationship (dok: zetizen.radarcirebon.co)

"Just say NO to complicated, dead-end, unhealthy, and toxic relationships." - Stephanie Lahart

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa masa-masa remaja memang terasa tak lengkap rasanya bila tak dibumbui dengan persoalan-persoalan mengenai urusan percintaan. Ada saja beribu alasan untuk tetap berada dekat dengannya dan selalu senang jika dapat melihatnya. 

Bahkan saat semasa SMA, saya pernah mendengar sebuah kalimat menggelitik dengan bunyi, "jangankan melihat wajahnya, melihat atap genteng rumahnya pun rasanya bahagia sekali."

Itulah cinta. Terkadang dapat membutakan akal sehat seorang remaja. Segala cara diupayakan untuk membahagiakan seseorang yang mungkin bahkan tak pernah membahagiakannya.

Tak jarang seorang remaja yang sudah terlanjur JATUH cinta terjebak dalam sebuah hubungan tak sehat atau yang lebih dikenal dengan toxic relationship.

Ilustasi permasalahan dalam sebuah hubungan (dok: lawnn.com)
Ilustasi permasalahan dalam sebuah hubungan (dok: lawnn.com)

Sebenarnya toxic relationship itu apa sih? 

Dr. Kelly Campbell, seorang profesor psikologi dan human development di California State University, San Bernardino menuturkan bahwa toxic relationship sendiri merupakan hubungan yang berdampak buruk bagi kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.

"Karena kita menghabiskan begitu banyak waktu dan energi kita pada pasangan yang romantis, hubungan ini sangat berpengaruh pada kesejahteraan kita. 

"Ketika mereka berjalan dengan baik, kita biasanya melakukannya dengan baik. Tetapi ketika mereka tidak berjalan dengan baik, kesehatan kita dan kebahagiaan kemungkinan akan terpengaruh secara negatif," lanjutnya.

Dimana secara harfiah, toxic relationship adalah sebuah hubungan yang ditandai oleh perilaku pasangan beracun yang secara emosional dan tidak jarang secara fisik merusak pasangannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x