Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Arsitek - Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Persiapan Pameranku, Dijaga oleh "Malaikat" Tuhan

6 November 2017   11:08 Diperbarui: 6 November 2017   11:19 796
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

By Christie Damayanti

Seperti biasa, semua pameran2 pribadiku, tidak ada yang bisa membantu untuk memasang, karena memang bisa mengganggu rutinitas teman2ku, termasuk filatelis. Apalagi pameran ini di sebuah mall, Central Park, dimana untuk persiapannya arus setelah mall tutup, yaitu jam 10.00 malam. Nah ... kalau baru mulai persiapan jam 10.00, bayangkan jam berapa selesai memasang materi pameran sebanyak , 100 frames, atau 50 panel?

Aku sangat mengerti ketika tidak ada yang bisa membantuku. Tetapi ketika aku sudah mendapatkan semuanya untuk menggelar pameran besar ini, dan melibatkan Kementerian kominfo serta PT Pos Indonesia, serta semua tetek-bengeknya, apakah aku harus menyerah untuk memasang materinya, tanpa bantuan? Tentu TIDAK!

Walaupun aku tetap kebingungan bagaimana aku harus memasangnya, aku tetap akan memasangnya sendiri. Coba bayangkan, ketika aku memasang materi di atas sebuah meja dengagn selotip, pastilah aku bisa, walau hanya 1 tangan saja! Tetapi jika frames itu vertical, apakah bisa dibayangkan, 1 tangan ku untuk memegang materi, dan, satu tanganku yang lumpuh, apakah bisa untuk menempelnya dengan selotip? Ya tidak bisa lah .....

Bingung? PASTI! Menyerah? TIDAK!

Dan seperti biasa, aku woro-woro di Facebook atau ke semua komunikasiku untuk meminta bantuan, walau agak sudah mengharapkannya. Hari Minguu malam sampai Senin pagi, dimana hampir semua temanku punya rutinitas pribadi. Bekerja, kuliah atau sekolah. Cuma aku yang 'pengangguran', hihihi .....

Tahun 2015, aku dibantu oleh mba Novie, sahabatku filatelis dari Semarang. Beliau terbang kusus untukku, benar2 untuk membantuku. Minggu sore dia datang, malam sampai agi dia membantuku tanpa tidur sampai jam 8.00 pagi, dia ikut pembukaan dan siang sore dia kembali ke Semarang.

Tahun 2017, puji Tuhan ada 3 teman baruku yang bersedia untuk membantuku. Yaitu mba Sisca, mba Patrisia dan mba Dian. Mereka adalah teman2 yang juga membantuku untuk even disabilitas, bulan Agustus 2017 lalu juga di Central Park Mall.

Ada juga mba Ida dan pak Lidon, suami istri yang juga banyak membantuku dalam even pameran kali ini. Hari Minggu pagi sepuang Gereja, mba Ida dan pak Lidon datang ke rumahku. Mengangkut materi2 pameranku, 3 box besar benda2 filatliku, beberapa lukisan prangko ibuku sebagai penghias, peralatan2 untuk pemasangan, 2 buah 'roller banner', dan sebagainya, dimana harus diangkut oleh 2 buah mobil. Termasuk kursi roda ajaibku yang memang cukup besar dan berat.

Sekitar jam 2.00 sore kami samai Central Park, langsung mobil diparkir di tempat terdekat dari lokasi pameran. Aku cek-in di Hotel Pullmann, untuk beristirahat. Aku membutuhkan tempat untuk mandi dan makan, selama pemasangan materi pameran dari malam sampai pagi hari.

Setelah cek-in, aku berkeliling untuk memperlengkapi banyak peralatan2 pendukung. Seperti membeli selotip, plakban. Lalu persiapan snack untuk pembukaan, esok harinya. Aku benar2 melakukannya sendirian. Ibu memang menemaniku untuk tidur di hotel, dan Dennis hanya menunggu ibu sebelum aku memasang materi pameran. Dan aku mengerjakannya fully sendirian .....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun