Christie Damayanti
Christie Damayanti karyawan swasta

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apakah Lift Kita Sudah "Aksesibel" bagi Penyandang Disabilitas?

3 Oktober 2017   11:53 Diperbarui: 3 Oktober 2017   12:31 1325 1 0
Apakah Lift Kita Sudah "Aksesibel" bagi Penyandang Disabilitas?
Tombol2 di cetak timbul untuk aksesibilitas penyandang disabilitas. Sumber: https://lebihbaik.newstipsindonesia.com

By Christie Damayanti

 

Fasilitas dalam bangunan sangat beraneka ragam. Dan semuanya harus bisa diakses oleh semua orang, semua warga negara termasuk penyandang disabilitas. Itu harus disadari sepenuhnya, dari awal, untuk mulai bergerak maju!

Mungkin juga ita semua tidak ada yang sadar, ketika penyandang disabilitas itu membutuhkan fasilitas2 tertentu. Karena kita adalah orang2 normal dan sehat, membuat kita benar2 merasa, "Ah, semua fasilias sudah ada koq. Mau bagaimana lagi?"

Karena pada kenyataannya, ketika artikel2 ku tentang disabilitas banyak yang membaca dan banyak yang inbox aku, mereka bertanya bahwa mereka baru tahu bahwa penyndang disabilitas itu benar2 "berbeda" dengan masyarakat umum yang normal dan sehat.

Bahkan, ketika aku menulis tentang keadaanku karena keterbatasanku saja, mereka belum sadar bahwa penyandang disabilitas memang membutuhkan fasilitas khusus untuk bisa "bergerak maju", karena aku pun berada dalam komunitas disabilitas .....

Sekarang tentang lift atau elevator

Pertanyaannya, menurut kalian semua, apakah litf2 yang keren2 ini di Jakarta ini sudah sesuai dengan standard untuk disabilitas?

Karena aku adalah seorang disabiliras pemakai kursi roda, jawabanku adalah BELUM SEMUA!Mana yang belum dan mana yang sudah?

Lift atau elevator adalah alat mekanis elektris untuk membantu pergerakan vertical di dalam bangunan. Berfungsi dan harus bisa dipakai oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Lift sendiri ada beberapa jenis. Ada lift penumpang biasa, lift barang atau lift proyek, sehingga fungsi ini memang bisa berbeda. Jika lift barang dan lift proyek, tentu tidah harus bisa untuk penyandang disabilitas.

Karena lift in memang untuk pengangkutan vertical, tentunya merupakan bagian dari bangunn tinggi. Standard untuk keberadaan lift adalah bangunan minimal 5 lantai, harus menyediakan minimal menyediakan 1 buah lift yang aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Kecuali pada bangunan2 khusus, bahkan bangunan hanya 1 lantai pun bisa dihadirkan lift, jika bangunan itu untuk rumah sakit atau panti jompo, yang memang membutuhkan sarana angkutan vertical.

Sebuah lift itu bukan sekedar sarana angkutan vertical saja, walu aksesibel bagi penyandang disabilitas. Karena akan sama saja bohong, ketika sebuah lift yang aksesibel bagi penyandang disabilitas pemakai kursi roda, tetapi ketika seorang disabilitas itu hanya sendiri untuk menggunakan lift, ternyata untuk memencet tombol naik atau turunpun tidak bisa!

Sumber: www.megapolitan.com
Sumber: www.megapolitan.com

Contoh yang salah :posisi tempat sampah, yang menghalangi penyandang disabilitas untuk menekan tombol naik dan turun. Harus minta bantuan pada orang lain

Mengapa? Karena didepan tombol itu diletakan tempat sampah!Dan itu sering terjadi dengan ku ketika aku hanya sendirian di sebuah mall dan harus meminta bantuan orang lain karena tidak bisa memencet tombol karena ada tempat sampah didepannya!

www.unifiedav.com
www.unifiedav.com
Posisi tombol harus bebas dari segala macam benda yang menghalangi. Dengan ketingiian ntara 90-120 cm, dan dimensi lobby lift seperti ini, penyandang disabilitas akan punya aksesibilitas yang tinggi.

***

Setelah kita masuk lift, aku sebagai penyandang disabilitas  pemakai kursi roda pun, susah atau bahkan tidak bisa memencet tobol lantai2nya, terutama jika tombol lantainya berada tinggi, sehingga aku harus berdiri dari kursi rod atau bahkan tidak mampu menjangkau karena untuk keluar kursi roda pun tidak gampang!

Lagi2 aku harus meminta bantuan orang lain. Bagaimana jika aku benar2 sendirian di dalam liff?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5