Mohon tunggu...
Untsa Aisyah
Untsa Aisyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

-

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Pilihan

Apakah Pendidikan di Indonesia Sudah Baik?

16 April 2024   20:10 Diperbarui: 16 April 2024   22:38 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

Pertanyaan tentang kualitas pendidikan di Indonesia telah menjadi perdebatan yang terus-menerus, memunculkan keraguan, kekhawatiran, namun juga harapan akan masa depan pendidikan di negeri ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, penilaian terhadap kualitas pendidikan di Indonesia tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. 

Salah satu indikator utama yang sering dikutip adalah hasil survei internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA), di mana Indonesia sering kali berada di peringkat yang masih rendah. Pada survei terakhir yang diumumkan pada 5 Desember 2023, menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 68 dengan skor matematika (379), sains (398), dan membaca (371). 

PISA 2022 mengevaluasi prestasi siswa yang berusia 15 tahun dalam disiplin ilmu matematika, membaca, dan sains. Terdapat penurunan skor yang signifikan sebesar 12-13 poin dibandingkan dengan tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki tantangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Data dari PISA 2022 menunjukkan bahwa hanya 18% siswa Indonesia yang memperoleh kemahiran matematika minimal pada level 2, sementara 82% siswa lainnya tidak mencapai tingkat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa Indonesia belum memiliki keterampilan matematika yang cukup untuk menjalani kehidupan fungsional.

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena hampir tidak ada siswa Indonesia yang berprestasi baik pada level 5 atau 6 dalam bidang matematika, sains, dan membaca. Hanya enam negara dan perekonomian Asia yang mencapai tingkat ini, termasuk Singapura, Taiwan, dan Jepang.

Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia tercermin dalam rendahnya keterampilan abad ke-21 seperti keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterampilan higher-order thinking skills(HOTS) lainnya yang masih belum tergarap secara memadai. Data PISA juga menunjukkan bahwa skor perolehan siswa Indonesia masih di bawah ambang batas 400, sementara negara-negara OECD menunjukkan stabilitas skor yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, terdapat upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, tantangan utama terletak pada implementasi yang belum optimal di lapangan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi sistem pendidikan Indonesia adalah kesenjangan akses dan kualitas antarwilayah. Meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan distribusi guru dan infrastruktur pendidikan di daerah-daerah terpencil, masih ada kesenjangan yang signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Hal ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa di berbagai daerah.

Selain itu, masalah kualitas guru juga menjadi sorotan penting. Meskipun sebagian besar guru telah memiliki kualifikasi minimal S1, namun masih banyak yang belum memiliki sertifikasi dan kompetensi yang memadai. Kurangnya ketersediaan guru yang berkualitas juga menjadi masalah serius, terutama di daerah-daerah terpencil. Ini menimbulkan ketidakmerataan dalam pengalaman belajar siswa di seluruh negeri.

Perubahan kurikulum yang sering juga menjadi perdebatan panjang dalam dunia pendidikan. Meskipun bertujuan untuk meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran, namun perubahan yang terlalu sering dapat menyebabkan ketidakstabilan dan kebingungan di kalangan guru dan siswa. Konsistensi dan keberlangsungan dalam implementasi kurikulum menjadi kunci dalam mencapai hasil pendidikan yang lebih baik.

Selain itu, perbaikan infrastruktur dan penggunaan teknologi juga menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Pembangunan ruang kelas, laboratorium, dan sarana pendukung lainnya menjadi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran, terutama di era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun