Lingkungan

Di Balik Indahnya Kota Jakarta

6 Desember 2018   02:50 Diperbarui: 6 Desember 2018   03:06 154 0 0

Kotor... banjir... dan bau.. adalah pandangan masyarakat terhadap kota Jakarta yang dulu. kota Jakarta dulunya merupakan kota yang kotor dan sering terjadi banjir, kemacetan dan polusi udara sudah menjadi santapan setiap hari bagi masyarakat Jakarta.

Sampah berserakan seakan pemerintah tidak menyediakan tempat sampah di Jakarta, saluran air yang sering mampet kadang menyebabkan banjir yang merugikan, namun yang lalu biarlah berlalu,. Kini Jakarta sudah menjadi kota yang lebih baik dari sebelumnya dimana sampah sudah tidak terlalu berserakan di jalanan dan banjir pun sudah diminimalisir karena sudah banyak dilakukan pembersihan kali dan saluran-saluran air dijakarta.

Di balik itu semua apakah ini hanya hasil dari program gubernur saja? Tentu tidak, banyak orang-orang yang bekerja sebagai PPSU atau yang kita kenal sebagai pasukan oranye. Pasukan oranye bekerja tidak kenal waktu, walaupun panas dan terik matahari menusuk kulit, walaupun hujan dan dingin yang menusuk hingga ketulang mereka tetap bekerja demi kebersihan kota Jakarta. 

Dengan peralatan seadanya mereka bekerja semaksimal mungkin, selain untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih mereka bekerja keras untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Syamsul yang merupakan salah anggota pasukan oranye sekaran mereka lebih dihargai dari sisi gaji yang mereka terima dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ditahun ini mereka mendapatkan gaji sesuai dengan upah minimum.

Pasukan oranye bekerja setiap hari, bobot kerjanya pun beragam dari yang paling mudah seperti menyapu, dan sampai yang paling sulit membersihkan saluran air yang tersumbat. 

"Kita sih kerjanya tergantung masalah yang ada mas, biasanya kalo lagi gak hujan paling kita cuma nyapu dan ngangkutin sampah yang ada di tempat sampah umum, paling berat biasanya kalo hujan sih mas. Apalagi kalau ada saluran air yang mampet, kadang kita harus masuk ke kali atau got buat bersihin sampah sampah yang nyumbat saluran air itu mas," jawab syamsul sambil memegang sapu ditangan kanannya. 

Pasukan oranye juga memiliki keluhan, keluhannya lebih tertuju kepada masyarakat karena menurut sebagian pasukan oranye kebanyakan masyarakat masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungannya sendiri dimana banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan dan tidak pada tempatnya sehingga menyebabkan lingkungan yang kotor dan kurang nyaman. 

Kadang sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarkat menyebabkan saluran air tersumbat dan jika sudah parah sampah tersebut dapat mengakibatkan banjir yang dapat berdampak kepada beberapa aspek seperti kemacetan dan kerugian berupa materi jika banjir tersebut meluap tinggi. 

"Saya sih cuma minta sama masyarakat supaya mereka bisa buang sampah pada tempatnya lah... , kan pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat sampah di beberapa titik jadi kalo bisa sampah dalam bentuk apapun tolong dibuang pada tempatnya. Kalo misalnya sampah yang berserakan di jalanan berupa dedaunan sih kita gak protes mas, kadang saya bersihin sampah seperti puntung rokok, plastik kresek, kertas gorengan dll. Berserakan di jalanan kan berarti masih banyak masyarakat yang buang sampahnya sembarangan.  Ya maksud saya itu kebersihan Jakarta itu bukan cuma tanggung jawab kita sebagai tukang bersih-bersih tapi kebersihan juga tanggung jawab bersama," jawab Syamsul dengan nada tegas. 

Setelah bekerja seharian biasanya pasukan oranye ber istirahat di dekat kelurahan pondok labu, disana mereka kadang melakukan sharing antar sesama pasukan oranye sambil menenggak kopi hitam yang mereka beli diwarung sebelah kelurahan, setelah satu jam ber-istirahat mereka langsung melanjutkan pekerjaan yang belum mereka selesaikan.

Jakarta yang dulu bukanlah yang sekarang, dimana sekarang Jakarta menjadi kota yang lebih asri dan lebih bersih dibanding Jakarta pada tahun 2007an. Sekarang terlihat sekali sudah banyak taman-taman kota yang bersih dan menjadi tempat bermain bagi masyarakat sekitaran jalan tampak bersih dan tidak banyak sampah yang berserakan dan banjir yang sudah jarang terlihat ketika hujan melanda selain itu sistem tenaga kerja bagi kebersihan lingkungan juga berubah.

 "Dulu saya pas kerja sebagai tukang sapu waktu tahun 2007 an lah kira- kira, saya gak setertib sekarang mas. Kalo dulu kalo lagi niat kerja ya saya kerja kalo gak niat mah saya tidur aja dirumah, dulu juga upah yang kita dapet mah gak seberapa, tapi kalo sekarang gabisa kayak gitu lagi mas. Sekarang kalo kita lagi kerja harus ngasih laporan gitu, kadang kalo lagi kerja salah satu rekan kita ada yang fotoin kita mas sebagai bukti kalo kita kerja, ya walaupun ribet gitu tapi upah yang kita dapet setimpal lah sama kerjaan yang kita lakuin," kata Syamsul sambil tersenyum. 

Dengan adanya sistem kerja yang lebih baik dan pengupahan yang sesuai pasukan oranye hidupnya tidak terlalu terlantar dan kekurangan, banyak pasukan oranye yang dapat menyekolahkan anak-anak merek. 

Dari tingkat sosial pun mereka mulai bisa beradaptasi dimana jika kita lihat banyak sekali anggota pasukan oranye yang sudah bisa dan mampu membeli handphone selain untuk kebutuhan kerja mereka juga menjadi tidak terlalu gagap teknologi.

Menurut syamsul pasukan oranye bersyukur kalau ternyata kehidupan mereka bisa berubah sedemikian rupa, mereka sangat berterimakasih kepada gubernur karena sudah membuat hidup mereka lebih sejahtera dibandingkan tahun tahun sebelumnya, dan mereka bersyukur juga pemerintah membuat banyak bantuan-bantuan seperti BPJS, KJS, KJP, dll.

Dengan adanya bantuan ini mereka merasa pemerintah mau merasakan dan meringankan beban masyarakat-masyarakat kecil seperti mereka yang hanya bekerja sebagai tukang bersih-bersih jalanan. Mereka berharap kedepannya masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya.

Jakarta menjadi bersih bukan semata-mata karena kerja keras pasukan oranye saja namun harus ada dukungan juga dari masyarakat yang ada agar bisa terciptanya lingkungan yang bersih.

Bila kita bisa berandai-andai semua masyarakat Jakarta bisa bekerja sama dalam menjaga lingkungan, pasti Jakarta bisa menjadi kota yang sangat bersih dan terjaga lingkungannya. Di balik indahnya kota Jakarta pula, banyak orang orang yang bekerja keras agar kata-kata "indah" tersebut bisa menjadi nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat. 

Oleh karena itu mari kita sebagai masyarakat Jakarta ikut membantu dan menjaga lingkungan kota Jakarta kita.