Mohon tunggu...
Tony Ragil
Tony Ragil Mohon Tunggu... Youtube Content Creator / Book Writer

Kenali saya lebih jauh di sini Youtube : https://www.youtube.com/RAGILEGEND Blog : https://duniazombie.home.blog/ https://ceritabungtonce.blogspot.com/ Novels : https://www.storial.co/profile/bungtonc3

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Pesan Terakhir

15 Desember 2016   22:29 Diperbarui: 15 Desember 2016   22:49 116 0 0 Mohon Tunggu...

Namaku Rizki, nama yang sangat mainstream pilihan ibu yang berharap rezeki selalu melimpahi diriku sejak ku dilahirkan. Sebenarnya aku tidak suka nama itu, namun aku tidak berani protes. Takut kuwalat. Saat ini usiaku menginjak angka 25 dan aku bekerja sebagai seorang Customer Service Officerdi sebuah perusahaan jasa telekomunikasi di Jakarta. Bukan pekerjaan yang buruk, tapi juga bukan pekerjaan yang baik bila kamu berencana untuk berumah tangga di usia 28 tahun dan mencicil rumah mewah di bilangan Pondok Indah. Setiap pagi, setiap hari, selepas bangun tidur, selalu ku awali dengan berdoa khusus. Ya, khusus. Doa khusus yang kuselipkan di antara sholat subuhku untuk seorang gadis yang beberapa bulan terakhir ini berhasil menyita perhatianku.

Kisah perkenalanku dengan gadis ini berawal dari sebuah sambungan telepon saat aku sedang bertugas shift malam. Sebuah sambungan telepon yang berlanjut pada percakapan yang tidak biasa.

“Halo, dengan Customer Care Telekomindo bisa dibantu?”, Sapaku setelah mendapat panggilan dari salah satu pelanggan seperti biasanya.

“…Maaf kalo saya mengganggu, tolong saya, mas..”, kemudian terdengar tangisan dari suara seorang perempuan di seberang sambungan telepon.

“Maaf, saya bicara dengan ibu siapa?”

“Saya Annisa…”, Jawab suara perempuan itu.

“Ibu Annisa. Ada yang bisa saya bantu, bu?”, tanyaku dengan ramah sesuai dengan yang diajarkan mentorku saat training dahulu.

“Tolong saya, mas. Saya bukan mau komplain soal gangguan sinyal ponsel. Saya cuma mau cerita. Dan saya cuma ingin didengarkan.”, Kata perempuan tersebut dengan nada serius.

Memang dari pengalamanku bekerja, pada saat shift malamlah banyak kuterima sambungan telepon tidak jelas dari orang-orang iseng. Biasanya aku tidak akan meladeni telepon iseng seperti ini, namun kali ini aku tergelitik ingin mendengar bahan cerita apa lagi dari perempuan iseng ini yang bisa kudengar untuk mengusir rasa kantukku.

“Baik ibu Annisa, silahkan ibu keluhannya?”

“Mas janji ya? Jangan pernah tutup teleponnya sebelum saya selesai cerita. Dan jangan panggil saya ‘ibu’ karena saya masih 22 tahun! Mas mau kan dengerin curhatan saya? Saya baru putus dari pacar saya…”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x