Mohon tunggu...
Bugi Kabul Sumirat
Bugi Kabul Sumirat Mohon Tunggu... author, blogger, vlogger, dan storyteller yang ASN

panggil saja Kang Bugi. Suka nulis, suka ngevlog, suka ndongeng bareng si Otan atau si Zaki (info: https://dongengsiotan.wordpress.com), suka baca, suka nyosmed, suka jalan kaki .... itu ajah silakan mampir juga di sini: https://bugisumirat.wordpress.com thanks

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Ikuti Ulama yang Benar, Ulama Pewaris Nabi

3 Mei 2021   23:57 Diperbarui: 4 Mei 2021   00:28 640 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ikuti Ulama yang Benar, Ulama Pewaris Nabi
ilustrasi ulama (sumber: anews.com.tr)

Ada kejadian terkini yang membuat kita ini umat Islam miris hati, miris jiwa, miris akal sehat, miris emosi dan segala miris lainnya, yaitu pelarangan orang salat di sebuah masjid di Bekasi dikarenakan kedua jamaah suami isteri yang sedang salat itu mengenakan masker. Mengenakan masker di masjid di larang? Kenapa??

Begitulah yang terjadi. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-Amanah, dan balakurawanya, yang rupanya sama-sama berpikiran cupet dan pendek, melarang kedua jamaah itu untuk salat di masjid itu dengan mengenakan masker. Kata-katanya sangat kasar hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan hingga menyinggung soal masjid dimana lebih berperan keputusan ulama dibanding keputusan pemerintah. Peristiwa itupun berakhir dengan pengusiran. Ckckckck...sudah ngawur kuadrat ini ketua DKM. Pernyataannya soal masker sudah keliru, soal aturan pemerintah dan ulama dalam masjid - lebih-lebih sangat keliru, soal covid-19 malah-malah sangat keliru. Heran juga ya, orang yang ngawur seperti ini bisa menjadi Ketua DKMnya. Bagaimana warga muslim di situ memilih orang ini jadi ketua ya? Semoga Ketua DKM ini bukanlah menggambarkan kondisi rata-rata kebanyakan warga muslim di situ. Nauzubillah.

damai (sumber: FB diskusi dengan Babo)
damai (sumber: FB diskusi dengan Babo)
Namun sekali lagi, materai masih yang berkuasa, persoalanpun selesai di situ. Padahal, Kementerian kesehatan telah meminta agar masjid tersebut ditutup mengingat potensi penyebaran covid-19nya. Wallahualam.

Yang menarik perhatian selanjutnya adalah dalam proses damai tersebut, ada surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak. Si Ketua DKM, saat membubuhkan pekerjaannya di surat pernyataan tersebut menyebutnya sebagai ULAMA (pekerjaan: Ulama). Innalillahi wa innailaihi raajiiun. Ulama dianggap sebagai pekerjaan? Betapa rendahnya Ulama-Ulama Islam kalau berahlak seperti Ketua DKM Al-Amanah itu. Ini namanya penistaan Islam. Jika mengaku ulama seperti itu, bagaimana umat Islam yang menjadi bimbingannya? Dan jangan lupa lho, ketua DKM itu ketua Masjid kan dan masjid itu rumah Allah lho. Kok mengurus rumah Allah perangainya seperti itu. So speechless deh.

Saya langsung teringat banyak sekali kisah nabi Muhammad SAW yang mengedepankan ahlak yang baik. Dengan yang non muslim saja Rasulullah SAW sangat baik perilaku ahlak yang ditonjolkannya, apalagi bila berhadapan dengan sesama muslim, tentu akan sangat baik. Apalagi Islam mengajarkan bahwa sesama muslim itu bersaudara. Cara ketua DKM yang diperlihatkannya itu, jauuuuhhh dari unsur persaudaraan  (sekedar mengingatkan, Ketua DKM dan kedua jamaah yang diusir itu adalah sama-sama muslim).

Kemudian yang diperjelas di sini, Ulama adalah BUKAN jenis pekerjaan, seperti yang dikemukakan oleh Ketua DKM. Ulama itu termasuk kedalam state of the art - suatu kondisi atau situasi. Tidak tepat menyebut Ulama sebagai pekerjaan. Sebagian pakar Islam mengaku sulit mendefinisikan seseorang adalah seorang ulama atau bukan, karena kompleksitasnya pengertian atau pemahaman tentang ulama itu. Apalagi orang yang sangat-sangat tawadhu, tidak akan pernah ia menggolongkan dirinya sebagai ulama, katanya, takut kualat terhadap Allah SWT. Karena tingginya, dalamnya, luhurnya pengertian ulama itu.

Namunpun demikian, beberapa pendekatan semantik atau tata bahasa harus dilakukan untuk mendekatkan pengertian ulama itu. Sehingga digunakanlah pengertian dasar Ulama berdasarkan arti dalam bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, Ulama diartikan sebagai orang-orang yang berilmu, para sarjana, para pemuka agama atau pemimpin agama, yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islma dalam permasalahan agama, maupun masalah-masalah keagamaan dan kemasyarakatan sehari-hari, termasuk didalamnya adalah ilmuwan, cendekiawan, intelektual, saintis dan lain sebagainya 

Dalam surat Fatir di ayat 27-28, Ulama merupakan pengembangan dari kata tunggal alim yang bermakna orang berilmu dalam bentuk jamak. Dan seiring berjalannya waktu, menurut KH. Husein Muhammad, kata Ulama mengalami penyempitan dalam makna. Sebagai contoh, orang Arab menyebut ahli kimia dengan sebutan 'ulama al-kimiya'. Sementara untuk ahli matematika disebut dengan 'ulama ar-riyadhiyat' , termasuk kepada mereka yang ahli tafsir, ahli hadist, ahli fikih, dan lain-lain

Semakin mendalami pengertian arti kata Ulama, menjadi semakin rindu akan Rasulullah SAW yang merupakan teladan dari teladan. Kisah-kisahnya sangat jauh dari apa yang diperlihatkan oleh ketua DKM seperti tersebut di atas. Kisah-kisah Nabi selalu menunjukkan ketegasan, tetapi sekaligus dengan keluhuran ahlak budinya tanpa kehilangan kelemah-lembutannya.

Meneladani kisah Nabi, teringat pula apa yang dikatakan oleh Abu Dzar yang menyakan bahwa dahulu kala ia pernah berjalan bersama Rasulullah SAW dimana kemudian Rasulullah bersabda,"Sungguh bukan dajjal yang aku takutkan atas umatku." Beliau mengatakan tiga kali, maka saya bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah selain dajjal yang paling Engkau takutkan atas umatmu?" Beliau menjawab, para tokoh yang menyesatkan." (Musnad Ahmad (35/222)  dan sepertinya, apa yang dialami di Bekasi tersebut mewakili sabda Rasulullah ini.

Adapula riwayat yang dikaitkan dengan pengertian Ulama ini, yaitu hadist Nabi yang mengatakan:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN