Mohon tunggu...
Bugi Kabul Sumirat
Bugi Kabul Sumirat Mohon Tunggu... Seniman - author, editor, blogger, storyteller, dan peneliti di BRIN

panggil saja Kang Bugi. Suka nulis, suka ngevlog, suka ndongeng bareng si Otan atau si Zaki - https://dongengsiotan.wordpress.com. 📝: bugisumirat@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Sembilan Kenangan dari Kompasiana yang Paling Berkesan bagi Saya

21 November 2017   23:29 Diperbarui: 22 November 2017   00:20 713
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ngoplah - ngobrol di Palmerah

Beberapa kali saya berkesempatan mengikuti even yang diadakan oleh Kompasiana bekerjasama dengan beberapa stakeholder Kompasiana. Sebut saja even Kompasiana dengan BI, Bumiputera dan hotel Best Western. Disamping seru acaranya, bagus goodie bagnya serta peluang untuk memenangkan lomba yang diadakan juga menjadi hal yang menarik. Tetapi yang paling mengasyikkan, even itu bisa menjadi ajang kopi darat (kopdar) kompasianer-kompasianer setempat (Makassar). Pokoke seruuuuu deh.

Keenam. Menang Lomba Kompasiana

Nah menang lomba juga sesuatu banget tuh. Bayangkan diantara sekian banyak Kompasianer yang ikut, terus kita menjadi salah satu pemenangnya, rasanya kan bagaimanaaaa gitu ya. Artinya, diusia yang tidak muda lagi, tapi masih bisa menghasilkan tulisan yang bisa dinilai untuk keluar sebagai salah satu pemenangnya kan lumayan motivating bener. Kalaupun tidak menang, kan bisa kita gunakan sebagai sarana latihan menulis, betul nggak? (salah satu tulisan saya yang menang lomba Kompasiana dapat dilihat di sini)

Ketujuh. Gabung komunitas Kompasiana

Di Makassar ada komunitas Kompasiana (kumpulan kompasianer-kompasianer Makassar) yang diberi nama Kompak Tawwa. Komunitas ini pernah tidak aktif, kemudian saat ada even Kompasiana-Bumiputera di Makassar, komunitas ini dicoba dihidupkan kembali. Alhamdulillah sempat aktif beberapa bulan, tapi sepertinya mulai lesu lagi nih. Namun, saat aktif lalu, kumpul-kumpul untuk ber-kopdar ria itu sangat menyenangkan.

 Sebagai sarana silaturahmi, juga sebagai sarana refreshing ide. Ada saja ide-ide baru timbul setelah kopdar. Kompak Tawwa, ayo aktif lagi. Masa selalu melempem sih ujung-ujungnya. Lihatlah komunitas itu sebagai ajang pengabdian, apalagi yang sudah ketiban sampur sebagai pengurus, anda sudah dapat dan mengiyakan amanah itu lho hehehe. kok jadi curcol ya. Moga Kompak Tawwa aktif lagi dan bisa menginspirasi lagi. 

Kedelapan. Membentuk Komunitas Kompasiana

Logo Vlomaya
Logo Vlomaya
Nah ini yang tidak kalah serunya. Membentuk komunitas Kompasiana yang seide. Akibat hobi yang lagi cukup 'in' yaitu nge-vlog (video blog), apalagi pak Presiden Jokowi juga menyemangati kita untuk terus membagikan informasi-informasi positif melalui video, seperti yang beliau contohkan, dengan beberapa kompasianer, saya membentuk komunitas bernama VLOMAYA. Vlomaya ini berarti vlogger-vlogger Kompasiana pemerhati budaya. Serius amat ya namanya. Tapi yakinlah, namanya tidak seserius itu kegiatannya. Haha hihi juga sih kalau lagi ngumpul. Cuma memang kita mencoba agak concern dengan budaya lokal dalam arti luas. Belum banyak yang dapat kami angkat ke permukaan, maklum, masih baru kan, tapi bolehlah diintip-intip kegiatannya atau postingannya di sini.

Kesembilan. Bertemu Kompasianer di luar Makassar

Ini manfaat lain yang sangat asyik dan tidak kalah serunya. Seperti saat saya ke Yogya lalu, Alhamdulillah bisa bertemu dengan beberapa kawan kompasianer-kompasianer Yogya, dapat bertukar pikiran dan yang pasti bisa haha hihi deh (maksudnya bisa ketawa-ketiwi) gitu. Begitu juga saat saya ke Bogor atau kota lain. Saya biasanya mengontak langsung - biasanya setelah tanya dulu sama admin komunitas di Kompasiana tentang keberadaan komunitas kompasiana di suatu kota. 

Video berikut sedikit menceritakan keakraban saat saya ngobrol cawe-cawe bareng kompasianer Yogyakarta atau Kjog:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun