Mohon tunggu...
Budi idris
Budi idris Mohon Tunggu... Guru - Guru, Penulis Buku, Blogger inspiratif

Dengan tulisan mari berkarya dan berprestasi

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Ada 3 Alasan Pinjaman Online Jangan Dilakukan

25 Agustus 2021   21:51 Diperbarui: 25 Agustus 2021   21:59 151
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar ilustrasi pinjam online  gambar : pixabay.com

Dunia digital dengan beragam kemudahannya ternyata juga mulai merambah dunia finansial.

Pinjaman online atau pinjol saat ini sering muncul di aplikasi media sosial yang kita miliki dengan berbagai macam penawaran.

Dari pinjaman bernilai puluhan ribu sampai ratusan juta bisa dicairkan dengan berbagai kemudahan.

Ditengah kesusahan ekonomi saat ini terkadang melihat kemudahan mendapatkan pinjaman uang sebagian orang melakukannya tanpa memikirkan bahaya kedepannya.

Yang paling berbahaya pinjaman online yang beredar rawan terjadi modus penipuan. Dengan mendapatkan berbagai data penting milik kita, hal ini sering disalah gunakan para penipu untuk meraup keuntungan mengatasnamakan diri kita.

Berikut 3 alasan bagi kita  untuk tidak melakukan pinjaman online.

1. Rawan Penipuan

Proses online dalam dunia digital saat ini, memungkinkan kita tidak bertemu langsung dengan para pegawai penyedia jasa pinjaman online.

Proses pendataan yang dilakukan lewat pengiriman secara digital menjadi perjanjian hitam diatas putih yang rawan merugikan pihak peminjam.

Banyak pasal-pasal dalam perjanjian pinjaman terkadang tidak kita fahami secara lengkap. Dampaknya kita sering dijadikan korban penipuan.

Misalnya seperti bunga yang tidak sesuai perjanjian, kemudian denda setiap keterlambatan yang diluar perjanjian.

Terkadang juga kita sering dijadikan objek pemerasan penipu yang mengatasnamakan pinjaman online.

Yang sering terjadi ada sekelompok orang mendatangi rumah kita mengatasnamakan dari kantor salah satu pinjaman online, kemudian dengan berbagai dalih meminta pembayaran kepada kita. Bahayanya lagi terkadang pihak pijol tidak mengenal orang-orang tersebut.

2. Hutang itu menyusahkan

Berhutang jika tidak begitu terpaksa jangan pernah dilakukan. Sebisa mungkin dihindari karena hutang itu akan menyusahkan pikiran kita setiap hari.

Yang paling menyakitkan dan menyusahkan disaat waktu pembayaran hutang telah tiba namun kita belum mempunyai uang untuk pembayarannya.

Begitu juga pinjaman online dibalik kemudahannya ada kesusahan setelahnya.

Hutang yang di dunia nyata saja bertemu si peminjam dengan yang meminjamkan uang terkadang bisa terjadi permasalahan apa lagi yang bersifat pinjaman online, bisa dipastikan banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan pada ujungnya menyiksa pemikiran kita.

3. Berhutang Merendahkan Harga Diri

Meminjam uang atau berhutang itu merendahkan harga diri seseorang, derajat kemuliaan seseorang akan hilang saat melakukan kegiatan berhutang atau meminjam uang.

Maka dalam keadaan apapun jika masih memungkinkan untuk tidak melakukan pinjaman uang sebaiknya jangan kita lakukan.

Derajat kemuliaan akan terhina karena hutang yang kita miliki. Ditambah lagi saat kita ditagih dan kita belum memiliki uang yang harus diberikan alangkah runtuhnya kewibawaan kita sebagai manusia.

***

Sudah begitu jelas dampak negatif yang ditimbulkan dari meminjam uang. Baik pinjaman secara online ataupun meminjam langsung kepada pemilik uang.

Maka Hidup sederhana apa adanya mungkin bisa menjadi tameng agar kita tidak terjebak dalam dunia pinjam meminjam uang.

Berpikir matang sebelum melakukan pinjaman online harus kita lakukan. Karena begitu besarnya peluang terjadinya tindakan penipuan.

Maka bersyukur dengan apa yang kita miliki dan carilah rezeki dengan berusaha dan berdoa kepada yang maha kuasa maka apa yang kita inginkan akan dikabulkan secepatnya.

Mudah-mudahan kita lebih cerdas dan bijak menyikapi maraknya pinjaman online yang beredar dengan berbagai iklan yang menggiurkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun