Lulu" Ramadhany
Lulu" Ramadhany wiraswasta

Seorang Anak Desa, Tinggal di pati jawa tengah, lulusan Tsanawiyah/SLTP.\r\nKebenaran ada di Banyak Sisi,Kadang kebenaran berada di posisi yang salah

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan

Menelisik Wisata Budaya Sedekah Laut di Pati

30 Januari 2014   14:30 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:19 627 4 1
Menelisik Wisata Budaya Sedekah Laut di Pati
1391067083858044688
Wisata Alam dan Budaya Pati.Pati sebuah kota kecil di Jawa Tengah mempunyai banyak wisata di dalamnya,baik itu wisata alam,wisata kuliner,kerajinan,budaya bahkan wisata religinya.wajar kalau Pati menjadi salah satu tempat tujuan wisata di daerah pantura.bahkan  menjadai surganya para penggila wisata kuliner,karena di sana  banyak sekali aneka kuliner tradisional khas pati yang di jajalkan.
Pati dengan wilayah yang pada umumnya di bagi atas dua bagian yaitu laut dan pegunungan,tentunya mempunyai wisata alam dan budaya yang beraneka ragam.Dari sekian banyak wisata budaya yang begitu banyak "Lombanan syawalan atau juga di sebut sedekah laut " Menjadi wisata yang begitu menyedot puluhan ribu pengunjung dan wisatawan baik lokal ataupun nasional.
Lombanan/Sedekah laut,biasanya dilaksanakan oleh warga pesisir setelah satu minggu setelah hari raya, tepatnya tgl 7 syawal di setiap bulan syawal. Tidak terkecuali di pesisir pati tepatnya di Desa bendar,ngerang,bendar juana.tradisi ini merupakan ucapan rasa syukur para nelayan di daerah pesisir kepada Tuhan atas semua nikmat yang telah di berikan kepada mereka,serta permintaan para nelayan agar selalu di beri keselamatan dalam melaut.Seiring dengan perjalanan waktu tradisi ini sekarang sudah menjadi salah satu budaya dan aset budaya yang ada di kabupaten pati.

ndas kebo/kepala kerbau salah satu dari sesaji

Sebelum pelaksanaan sedekah laut di mulai biasanya,banyak sekali-kegiatan-kegiatan yang di lakukan para warga pesisir, salah satu yang paling tak ketinggalan adalah persiapan untuk menata sesaji yang akan ikut di larung kelaut lepas. setiap warga yang mempunyai alat tangkap pasti membuang sajennya masing- masing, yang berisi telur dan kembang telon yang lengkap dengan maejan. Akan tetapi acara tersebut sekarang di formalkan dengan mengadakan larung sesaji, dimana semua sajen warga akan di wakilkan menjadi satu Larung sesaji di wujudkan oleh pemerintah desa yang dikemas dalam bentuk jodang sesaji berisi ndas kebo atau ndas wedhus (kepala kerbau atau kepala sapi) beserta 4 kakinya, kembang telon lengkap dengan maejan, serta degan yang dikrowoki (dilubangi) sedangkan dalamnya diisi dengan gula jawa. Ada dua Jodang yang di buat, jodang pertama untuk di larungkann kelaut.Sajen yang kedua setelah di kirab, akan di jadikan batas akhir dari lomban, maksudnya adu balap perahu untuk memperebutkan entok, siapa yang paling banyak mendapatkannya maka itu pemenangnya.

kapalpun berhias diri menyambut pesta laut

Selain persiapan membuat sesaji,untuk di larung kelaut, yang tidak kalah penting bagi mereka yang mempunyai kapal menghias kapal-kapal mereka dengan dandanan yang begitu mewah Janur kuning menjadi salah satu hiasan utamam selain kertas-warna warni., kapal-kapal yang di hias nanti akan di ikut sertakan untuk mengiringiprosesi doa dan larung sesaji ke laut, dengan tujuan agar Tuhan selalu memberi keberkahan kepada kapal-kapal mereka bila melaut, dan selalu di beri keselamatan serta mereka meminta pada tuhan agar di beri hasil laut yang melimpah saat berlayar.

antusias warga di acara arung sesaji

Setelah hampir satu minggu segala persiapan sudah selesai tepat pada hari yang di tentukan, hampir semua masyarakat berkumpul dengan bawaannya masing-masing, mereka berkumpul di (TPI) Tempat pelelangan ikan. tempat yang sehari-hari di jadikan bersandarnya kapal-kapal besar untuk membongkar muatan hasil laut,pada hari itu menjadi berkumpulnya puluhan ribu orang untuk menyaksikanacara arung sesaji, dan pada hari itupun sudah di sulap panitia jadi tempat yang begitu mewah.karena dari sinilah  pertama kali acara itu akan di mulai.Tidak heran kalu masyarakat begitu antusias karena acara ini di selenggarakan satu tahun sekali selain itu saat prosesi ini para pengunjung akan bisa makan gratis yang disediakan oleh para pemilik kapal,walaupun tidak semua dapat karena begitu banyaknya pengunjung.tapi hal ini salah satu magnet yang bisa menyedot pengunjung.

para pemanggul sesaji dengan pakaian adat patinya Kira-kira dua jam acara prosesi doa di (TPI), Tempat pelelangan ikan, acarapun di lanjutkan dengan mengarak sesaji yang sudah di buat dan di siapan, para pemanggu sesaji dengan pakaian adatnya yang serba hitam,dari ikat kepala sampai  celana komprangnya kelihatan begitu gagahnya seakan mereka berkata " akulah pelaut,akulah nelayan s siap menghadang badai,siap menerjang ombak yang kuat menjelajah laut dan siap untuk menjadi tulang punggung keluarga kami"dalam kirab ini, banyak sekali tontonan-tontonan yang di tunjukan dari, barongan, kuda lumping dan pakaian-pakaian adat, menambah semarak acara ini,di sepanjang jalan di padati masyarakat,untuk menyaksikan acara ini,baik dari kalangan orang tua ,remaja dan anak-anak. mereka begitu antusias.seakan-akan tak mau ketinggalan acara momen sakral bagi masyarakat pesisir.
kapal-kapal di acara sedekah laut pati
kapal-kapal di acara sedekah laut pati
kapapun begitu semarak dalam acara arung sesaji Setelah sampai di tepi pantai, acarapun di teruskan dengan menaiki kapal, sesaji-sesaji yang sudah di siapkanpun serta-makanan-makanan di masukan kedalam kapal,  dan di bawa ketengah laut di sungai juwana yang di kenal sebagai Bengawan Silugonggo, di iringi dengan doa-doa, dengan berbagai harapandan permintaan kepada Tuhan, Acara tidak sampai disini,tontonan-tontonan dan kebudayaan-kebudayaanpun akan terus mengiringi acari ini, Kethoprak, Pengajian Umum,dan acara-acara tradisional lainya.Lombanan syawalan/Sedekah laut, sekarang bukan hanya jadi acara tradisional, akan tetapi menjadi aset penting bagi masyarakat pesisisr, menjadi Aset budaya bagi daerah tersebut,Selain jadi acara sakral juga menjadi wisata budaya, yang banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, terbukti dengan acara itu yang hampir seminggu banyak sekali para pedagang yang menjajalkan dagangnya, secara tidak langsung wisata budaya ini sedikit berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. banggalah dengan budaya sendiri. Apapun bentuk dan acaranya, itulah perwujudan rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan yang telah memberi kenikmatan kepada mereka. Lomban Syawalan salah satu dari sekian banyak Wisata Alam dan Budaya Pati.