Mohon tunggu...
Bozz Madyang
Bozz Madyang Mohon Tunggu... Food Blogger

#MadYanger #WeEatWeWrite #SharingInspiringRefreshing #FoodBlogger - Admin Komunitas Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) Kompasiana - Email: bozzmadyang@gmail.com - Instagram/Twitter: @bozzmadyang

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Artikel Utama

Kisah di Balik Ayam Serundeng Legendaris Pasar Baru

21 Februari 2020   17:49 Diperbarui: 22 Februari 2020   15:43 576 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah di Balik Ayam Serundeng Legendaris Pasar Baru
Kpk ngobras ayam serundeng. Foto Bozzmad

"Weh, ada ibu berkerudung duduk di emperan toko, sibuk melayani pembeli. Itu Bu Pranata..."

Mungkin sudah rezekinya Bu Kusnia alias Bu Pranata, penjual ayam goreng serundeng di salah satu emperan Pasar Baru, betapa tidak, itu hari pertama dia jualan setelah libur sekitar sebulan. Ya, ibu yang kerap dipanggil Bu Pranata (nama suaminya) itu sudah berhari-hari kucari di lokasi jualannya. 

Kucari untuk obyek liputan kuliner legendaris di area Passer Baroe Jakarta ibareng teman-teman Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) Kompasiana.

Sebelumnya, H-2 atau tepatnya Kamis 13 Februari 2020 sore hari, aku masih sempat ke emperan depan Java Optik tempat 'ngetem' Bu Pranata bersama suaminya jualan. Zonk. Kosong. "Belum jualan dia," batinku.

Pedagang di sekitarnya tidak tau pasti mengapa Bu Pranata belum jualan. "Sudah beberapa hari ini, gak jualan," kata Bapak penjual tas di area itu. Diamini oleh penjual pecel di tempat yang sama.

"Gak tau Mas, kenapa gak jualan," katanya.

Beruntung, saat hari-H, Sabtu 15 Februari 2020, terbersit pikiran untuk mampir dulu ke area emperan Bu Pranata sebelum ke target skenario B, Soto Betawi Globe H. Oji yang berlokasi tak jauh dari gerbang Pasar Baroe.

Rezeki buat Bu Kusnia dan suaminya, kami berombongan bisa menikmati Ayam Goreng Serundeng yang sejak tahun 2002 dijajakan di emperan toko Java Optik, Pasar Baroe itu.

Kuliner ayam serundeng bu pranata. Foto Bozzmad
Kuliner ayam serundeng bu pranata. Foto Bozzmad
Kuliner Legendaris Pasar Baru
Pasar Baroe atau Pasar Baru ini merupakan salah satu kawasan tertua di Jakarta. Konon lokasinya sudah dibangun sejak 1820 silam.

Lokasi ini menjadi salah satu pusat perdagangan sejak zaman dulu. Penanda gerbang di Pasar Baru yang menjulang, mencolok dan gampang dikenali. Arsitektur gaya oriental, di sini menjadi salah satu pusat bisnis yang cukup beken, khususnya bagi kalangan Tionghoa.

Hingga kini, Pasar Baru masih menempati ruang benak banyak orang sebagai tempat legendaris berbelanja, seperti baju, elektronik, sampai kebutuhan peralatan fotografi. Namun bukan hanya itu, Pasar Baru juga menawarkan beragam kuliner legendaris, yang bukan saja enak namun juga menawarkan sisi historisnya.

Sebut saja Bakmie Gang Kelinci yang sudah jualan sejak 1957. Bakmi yang menempati area cukup luas di Gang Kelinci ini lazim menjadi tempat tujuan pemburu kuliner lejen. Dan mungkin di kepala banyak orang akan menjawab," Bakmi Gang Kelinci" saat ditanya kuliner di kawasan Pasar Baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN