Mohon tunggu...
Bozz Madyang
Bozz Madyang Mohon Tunggu... Food Blogger

#MadYanger #WeEatWeWrite #SharingInspiringRefreshing #FoodBlogger - Admin Komunitas Kompasianer Penggila Kuliner (KPK) Kompasiana - Email: bozzmadyang@gmail.com - Instagram/Twitter: @bozzmadyang

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Warteg dalam Kafe, Kenapa Tidak?

13 Oktober 2019   22:26 Diperbarui: 14 Oktober 2019   09:48 0 2 2 Mohon Tunggu...
Warteg dalam Kafe, Kenapa Tidak?
Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)

Kafe umumnya menyediakan kopi dan makanan camilan pelengkap. Jarang yang menyediakan makanan berat. Itu yang membuat kita, mau gak mau harus keluar cari makanan berat seperti nasi, kalau jam makan tiba. Keasyikan obrolan atau diskusi pun tertunda. Tapi kafe di kawasan Kemang ini beda. Soalnya sediain menu makanan berat ala warteg. Warteg modern, karena ada di dalam kafe. 

Berapa lama sehh waktu yang dibutuhin saat nongkrong di kafe? Kalau gue, jika senggang, biasanya butuh lama. Itu tak lepas dari kenyamanan yang biasanya disuguhkan. Senggang, maksudnya gak ada acara lain, atau dikejar keperluan lain.

Emangnya kenapa ke kafe? Dari sekadar ngobrol sama teman, sampai 'meet up' diskusi serius, job dan semacamnya. Nah biasanya butuh waktu gak sebentar. Bahkan bisa lupa waktu hingga lewat jam makan.

Saking asyiknya. Tau-tau perut kelaparan. Itu yang terkadang membuat kita harus keluar kafe untuk mencari makanan yang dibutuhkan. Soalnya umumnya kafe hanya menyediakan camilan atau semacamnya.

Tapi ternyata kafe gak melulu seperti di atas, sediain aneka kopi dan makanan camilan, roti, cookies ataupun masakan ala pasta sekawanannya. Itu gue alami saat singgah di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Kafe baru dengan konsep yang unik. Uniknya ada menu makanan berat yang disediain. Makin unik soalnya makanan beratnya tuh menu-menu ala warteg. Ya, menu yang biasa kita jumpai di masakan warung tegal ataupun ala rumahan.

Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Jadi gue awalnya cukup 'takjub' saat lihat ada tempat kaca "touchscreen" yang biasa kujumpai di warteg-warteg. Eh "touchscreen" tuh maksudnya biasanya pembeli, kalau order alias pesan makanan, tunjuk sana sini di kaca. Getu loor. Takjub? 

Ya, soalnya pan gue pecinta menu-menu  warteg juga. Hampir tiap harilah makan warteg. Soalnya berasa makan makanan di rumah. Halah ngiritt kalee Hahha.

Menu warteg ala Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Menu warteg ala Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Seporsi menu ala warteg modern Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Seporsi menu ala warteg modern Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Gue lihat menu-menunya warteg banget. Ada aneka sayur, lauk pauk, tempe goreng, telur, olahan ikan, ayam sampai bakwan jagung. Weleeh. Menu-menu  ala warteg itu berdampingan 'mesra' dengan menu ala kafe.  Tenang saja, menu-menu wartegnya  itu akan berganti-ganti tiap harinya. Biar gak bikin bosan.

Desain warteg modern ala Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Desain warteg modern ala Diskusi Kopi Ruang Berbagi, Kemang, Jakarta Selatan. (Foto Bozz Madyang)
Untuk menu ala kafe tersedia menu breakfast ada Caesar Salad, American Breakfast, Omelette dan Chicken Sandwich. Ada menu Pasta seperti Aglio olio, Aglio olio Matah, Bolognese, dan Carbonara dengan harga @40K. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x