Mohon tunggu...
SURJADI
SURJADI Mohon Tunggu... Konsultan - https://www.youtube.com/channel/UCzU4eyliNiUy1B5DxQknNWA

Indonesia, jalan2, hobi foto

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Blusukan ke Kanal Amsterdam

16 Maret 2018   07:55 Diperbarui: 17 Maret 2018   00:07 2258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bangunan kuno di sekitar Keizergracht

Melanjutkan cerita blusukan Amsterdam di bagian I, (klik sini) - dari stasiun pusat kota Amsterdam dan sampai di Munt Tower, di tengah-tengah jalan pusat belanja Kalverstraat, akan dijumpai daerah Spui, sebuah lapangan tengah kota yang kecil yang terkenal dengan penjualan buku dan barang-barang kesenian lainnya. Tiap minggu, ada saja pasar buku dan barang kesenian di tempat ini.

Suasana daerah Spui, Amsterdam di pagi hari
Suasana daerah Spui, Amsterdam di pagi hari
Dulunya, tempat ini sebenarnya bagian dari kanal, tapi pada tahun 1882 ditutup dan diuruk menjadi lapangan yang sekarang.

Dari Spui, berjalan sekitar 600 m ke arah selatan, maka kita akan bertemu dengan kanal-kanal terkenal di Amsterdam: Singel, Herengracht, Keizergracht dan Prinsengracht.

Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Hal-hal menarik tentang kanal di Amsterdam:
  • Ada sekitar 165 kanal di Amsterdam dengan total panjang 100 km.  Lingkaran kanal Amsterdam menjadi bagian dari UNESCO World Heritage List di tahun 2010.
  • Kota Venesia, Italia, boleh disebut sebagai kota kanal, tetapi Amsterdam memiliki lebih dari 1200 jembatan, 3x lebih banyak dari Venesia.
  • Sekitar 8 ribu sepeda harus dikeruk dari kanal-kanal di Amsterdam tiap tahunnya.

Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Sejarah kanal di Amsterdam adalah hasih dari perencanaan di awal abad ke 17, bertepatan dengan jaman ke-emasan kota Amsterdam (Golden Age) dimana Amsterdam mengalami pertumubuhan pesat di bidang ekonomi, imigrasi, kebudayaan dan politik. 

Tujuan utama pembangunan kanal selain sebagai daerah tempat tinggal dan berdagang, juga direncanakan untuk jalur transportasi, pengaturan air dan pertahanan kota. 

 Dengan berkembangnya jaman dan kebutuhan buat lalu lintas kendaraan, banyak kanal-kanal yang kemudian ditimbun dan dirubah fungsinya menjadi jalanan dan bangunan.

Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Deretan rumah-rumah tua di pinggir kanal Amsterdam
Yang namanya air, tentu saja diperlukan manajemen pengaturan yang baik, supaya tidak banjir dan bau.  Jaman dulu, Amsterdam sangat bergantung pada kincir angin untuk menjaga sirkulasi air.  Masalahnya, kalau pas hujan atau tidak ada angin, maka kincir angin tidak berfungsi, dan sirkulasi air berhenti - akibatnya bau mulai berdatangan.  

Saking baunya mengganggu penghuni istana Amsterdam, Raja Louis yang berkuasa dari 1806-1811 memerintahkan kanal di dekat istana ditimbun dan dirubah fungsi menjadi avenue, yang sampai sekarang dinamai Nieuwezijds Voorburgwal, atau sisi baru benteng dalam.

Singel

Singel adalah kanal yang dulunya mengelilingi kota Amsterdam dari jaman pertengahan sampai ke tahun 1585, ketika Amsterdam mulai berkembang di luar Singel.

Kanal ini dimulai dari area dekat dengan stasiun pusat kota dan terus sampai ke daerah Muntplein.  Sebelum sampai ke Muntplein akan dijumpai Bloemenmarkt, atau Pasar Bunga - satu-satunya pasar bunga terapung atas air yang ada di dunia.  Pasar Bunga ini sudah ada sejak tahun 1862 dan selain penjualan bunga-bunga, di tempat ini juga dijumpai banyak souvenir khas Belanda.

Suasana kanal Singel dengan menara Munt di depan
Suasana kanal Singel dengan menara Munt di depan
Berbicara tentang bunga, Tulip adalah bunga terkenal dari Belanda sejak dari jaman dahulu, karena warna bunganya yang kental, terang dan kontras. Saking terkenalnya, sampai-sampai di jaman ke-emasan Belanda, Tulip dijadikan barang jualan di future market - semacam jualan share spekulatif di jaman sekarang.  

Karena bunga tulip hanya berbunga sekitar 3-4 bulan/tahun, orang-orang sudah "membeli" bunga tulip jauh hari sebelum musim berbunga dengan harga yang tinggi. Tahun 1637, pasar spekulatif tulip ambrol, dan ini adalah kejatuhan spekulatif market yang pertama di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun