Politik

Ideologi Batu Nisan

12 Oktober 2018   07:41 Diperbarui: 12 Oktober 2018   07:51 1406 0 0
Ideologi Batu Nisan
koleksi pribadi

Pada dasarnya semua negara dianugerahi ideologi.

Namun, ada yang tergali sempurna dan ada yang belum.

Setiap bangsa di muka bumi ini, ditakdirkan memiliki ideologi dengan ciri khas masing-masing.

Jadi tidak bisa satu ideologipun diklaim sebagai yang  terbaik di dunia!

Yang tepat adalah hanya ideologi negaranya yang terbaik bagi mereka, TITIK

Tidak perlu ada perdebatan lagi, karena ideologi semakin diperdebatkan justru semakin membawa banyak keburukan (pertikaian, permusuhan, perpecahan dan peperangan) tanpa ujung.

Namun bila digali diamalkan, digali diamalkan, digali diamalkan dan terus selalu begitu tanpa berhenti sekejap matapun maka akan tercetak generasi-generasi yang menjadi rahmat bagi sesama juga negara.

Inilah hukum-hukum yang menguasai kehidupan!

Barang siapa menguasai masa lalu, akan menguasai masa depan karena kunci masa depan terletak pada masa lalu.

Dan ternyata kunci masa depan itu adalah ideologi karena di dalamnya terkadung manifestasi nilai-nilai luhur, intuisi paripurna masa lalu.  

Namun hanya orang-orang berakal yang memahaminya, lho guys!

Hehehe..he..he..! Semoga kita termasuk di dalamnya, ya. Amin.

Apabila sebuah negara acapkali kacau-balau, morat-marit dan gonjang-ganjing hal itu menunjukkan bahwa ikatan bathin antara ideologi dengan manusia di dalamnya sedang bermasalah.

Diibaratkan pohon, Ideologi adalah akar sedangkan faktor lain, seperti; politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan lain-lainnya adalah cabang. 

Namun saat terjadi suatu masalah, hampir semua orang konsentrasinya hanya tertuju pada cabang (kerusakan yang tampak) dan jarang yang berpikir mencari tahu sebab musababnya sampai ke akar (ideologi) untuk menemukan solusi permanen. Bukan solusi sesaat, tambal sulam.

Kalaupun ada yang mengingatkan biasanya tidak digubris dan dianggap ngawur. Bahkan yang lebih ekstrim lagi dianggap terlalu berlebih-lebihan, terlalu mengada-ada dan mencari popularitas dari solusi yang tidak populer.  

Parahkan? Nasib... nasib...! Hehehe..he..he..

Kebanyakan orang berpikir, keberadaan ideologi baik-baik saja, sepanjang tidak ada pemberontakan yang hendak menggantikannya.

Mereka menganggap tidak ada korelasi yang kuat antara ideologi dengan karut-marut di berbagai sektor kehidupan.  

Apalagi bagi sebagian besar generasi zaman now, membahas ideologi dianggap tidak kekinian, tidak penting, tidak menarik dan tidak ada untungnya karena tidak menghasilkan uang serta tidak menjanjikan kemapanan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4