Mohon tunggu...
Bintang R.A Marpaung
Bintang R.A Marpaung Mohon Tunggu... Mahasiswa Manajemen Rekayasa Institut Teknologi Del

Hai, Saya Bintang Rachel Aprilia Marpaung Mahasiswa Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Del Semoga Tulisan ini dapat bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Media

Pengenalan Software GIS (Geograpchic Information System) dalam Analysis Spasial dengan Data Geospasial untuk Pemrosesan Hasil Pemodelan Masalah

12 Januari 2021   20:43 Diperbarui: 13 Januari 2021   09:52 173 0 5 Mohon Tunggu...

Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu suatu objek yang berada dilokasi tertentu dipermukaan bumi (definisi ini merujuk pada pengertian geospasial menurut UU No. 4/2011). Geospasial meliputi informasi yang menunjukkan bentuk, lokasi dan atribut suatu objek. Dengan Geospasial, maka suatu informasi dapat ditampilkan dalam bentuk peta yang menampilkan ketersediaan suatu produk atau barang di berbagai daerah. Akan lebih baik lagi apabila geospasial dikombinasikan dengan penggunaan media berbasis internet untuk mempermudah akses terhadap informasi dan mempermudah pembaharuan informasi. Pembaharuan informasi yang mudah sangat dibutuhkan agar informasi yang didapatkan adalah informasi aktual yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

 

Analisis spasial adalah kemampuan untuk melakukan analisis dimana melakukan pemodelan masalah secara spasial dan hasilnya dapat diproses menggunakan komputer. Kemudian dilakukan eksplorasi dan evaluasi secara manual terhadap hasil tersebut (ESRI). Hal ini dilakukan agar hasil yang didapat sesuai dengan apa yang diharapkan mengingat hasil yang didapatkan melalui proses otomatis komputer. Analisis spasial merupakan kumpulan – kumpulan dari teknik yang dapat digunakan untuk melakukan pengolahan data SIG. Hasil dari analisis data spasial sangat bergantung dari lokasi atau tempat di mana objek sedang dianalisis. Selain itu, analisis spasial juga bisa diartikan sebagai teknik – teknik yang dapat digunakan untuk meneliti dan juga mengeksplorasi dari dari sudut pandang keruangan. Semua teknik ataupun pendekatan perhitungan secara matematis yang berhubungan dengan data  keruangan atau spasial dilakukan dengan menggunakan fungsi analisis spasial.

Adapun tujuan dari analisis spasial adalah mempelajari cara menyelesaikan masalah secara spasial. Beberapa alur kerja analisis spasial secara mendasar yaitu : eksplorasi data spasial, pemodelan dengan perangkat GIS dan penyelesaian masalah spasial (ESRI).

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu, apa itu SIG. Sistem Informasi Geografi adalah suatu sistem di dalam komputer (SBIS) yang digunakan untuk memasukan atau capturing, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis dan juga menampilkan data – data yang memiliki hubungan dengan posisi di permukaan bumi. Selain itu, Sistem Informasi Geografi juga mempunyai arti sebagai sebuah sistem informasi yang dibuat untuk bekerja dengan menggunakan data yang bereferensi spasial atau memiliki koordinat geografi. SIG sendiri merupakan salah satu sistem yang cukup kompleks, pada umumnya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer lainnya pada tingkat fungsional dan juga jaringan atau network.

Analisis dalam SIG mempunyai beberapa metode – metode pendekatan. Secara umum terdapat dua macam metode yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Untuk pendekatan kuantitatif sendiri terbagi menjadi tiga macam cara yaitu secara binary, berjenjang dan berjenjang tertimbang.

  • Metode Kualitatif
  • Metode pendekatan ini dapat diterapkan sebagai salah satu metode analisis yang terdapat di SIG. Data yang diperlukan berasal dari data spasial yang mempunyai klasifikasi data yang bersifat kualitatif. Contohnya dapat berupa peta yang mempunyai tingkatan data kualitatif yaitu peta penggunaan lahan.
  • Metode Kuantitatif
  • Metode Kuantitatif Binary
  • Pendekatan ini menggunakan operasi logika AND yang terdapat di dalam alogaritma. Sehingga dalam pengharkatan terhadap parameter kelas yang digunakan, hanya dua kelas yaitu nilai 1 (diterima) dan nilai 0 (tidak diterima). Setiap parameter yang digunakan, terlebih dahulu harus dinilai apakah diterima atau tidak diterima suatu kelas parameter.
  • Metode Kuantitatif Berjenjang
  • Pendekatan kuantitatif ini memberikan nilai yang sama untuk setiap komponen dalam menganalisis. Setiap komponen yang digunakan mempunyai harkat yang sama untuk dianalisis, dengan berasumsi bahwa setiap komponen memiliki pengaruh yang sama terhadap objek yang dianalisis. Namun, pendekatan ini mempunyai faktor – faktor pembatas untuk setiap parameter. Akan tetapi, faktor pembatas tidak bersifat mutlak namun berjenjang dengan tingkatan kelas dan nilai yang berbeda – beda.
  • Metode Kuantitatif Berjenjang Tertimbang
  • Pendekatan ini tetap memberikan nilai pengharkatan, tetapi menggunakan bobot yang berbeda untuk setiap variabel yang digunakan dalam menganalisis. Pemberian bobot bergantung pada besar atau kecilnya pengaruh variabel tersebut yang terdapat pada tema analisis. Metode ini juga memberikan asumsi, jika setiap variabel mempunyai pengaruh yang berbeda tergantung dari tujuan objek yang dianalisis.

Contoh penggunaannya seperti penentuan lokasi tertentu dari tujuan tertentu, estimasi dan prediksi, interpretasi dan memahami perubahan, mendeteksi pola kecenderungan, dll. Karena melibatkan aspek spasial, maka akan berhubungan dengan lokasi, ketetanggan (hubungan antar fitur) dan arah. Berikut merupakan contoh kasus penerapan analisis spasial di kehidupan nyata yang pernah dilakukan:

  • Pembuatan peta John Snow, yaitu pemetaan penyebaran penyakit kolera di Broad Street, London (1854) untuk menentukan pusat penyebaran.
  • Peta penularan Covid-19 di dunia yang dibuat Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Untuk melakukan analisis spasial diperlukan software GIS (Geographic Information System) untuk pemrosesan hasil pemodelan masalah. Berikut merupakan penjelasan beberapa fungsi dari beberapa analisis tools pada software ArcGIS yang digunakan:

  • Buffer : untuk membuat poligon penyangga di sekitar fitur input ke jarak yang ditentukan). Contoh skenario yaitu Membuat zonasi radius dan Pelebaran jalan
  • Multi Ring Buffer : biasanya digunakan saat harus melakukan buffer beberapa kali dalam satu fitur. Contoh skenario yaitu Membuat KRB(kajian risiko bencana) bencana
  • Erase : menghasilkan file keluaran area baru dengan meong-overlay-kan poligon dari fitur area penghapus dengan fitur area input. Hanya bagian area dari fitur input yang berada di luar batas area poligon penghapus yang disalin ke cakupan output. Contoh skenario yaitu Memperoleh area tak terdampak bencana
  • Clip : menghasilkan file keluaran baru yang batas luarnya menggunakan fitur pemotong tetapi atributnya menggunakan fitur masukan. Contoh skenario yaitu Untuk memotong blok penggunaan lahan menggunakan batas desa tertentu.
  • Intersect : menghasilkan Ike keluaran area baru dari irisan geometris dari dua atau lebih poligon yang berbeda. Hanya fitur di area yang sama untuk kedua polygon. Contoh skenario yaitu Mengetahui bangunan yang terdampak pelebaran jalan.
  • Union : menghasilkan Ike keluaran baru berupa geometris dari dua poligon masukan. Semua poligon dari kedua fitur masukan akan dipisah geometrinya pada bagian persimpangan dan dipertahankan dalam Ike keluaran. Contoh skenario yaitu Menggabungkan data jalan antar desa
  • Merge : menghasilakan file keluaran baru yang merupakan gabungan beberapa Ike input (poligon,Ine,point) dari tipe data yang sama. Contoh skenario yaitu Menggabungkan blok pemukiman
  • Dissolve : menghasilkan keluaran baru yang merupakan hasil agregasi fitur berdasarkan atribut yang ditentukan. Contoh skenario yaitu Mengetahui batas kecamatan dari shapefile batas desa.

  • Untuk mempermudah dan mempersingkat proses analisis yang sangat rumit,ada alternative software analisis spasial yaitu ModelBuilder. ModelBuilder ini adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat,mengedit dan mengelola model.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x